Salurkan Bantuan pada Korban Banjir, Benny Laos Minta Maaf

  • Bagikan
Bupati Pulau Morotai, Benny Laos didampingi Camat Morotai Jaya, Danlanut, Danlanal  serta penerima bantuan di Desa Sakita Kecamatan Morotai Utara (Fizri/KabarMalut)

DARUBA – Sebanyak 695 Kepala Keluarga (KK) yang menjadi korban banjir di Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara (Malut) pada Senin (6/1) lalu, akhirnya mendapat bantuan dari Pemerintah Daerah (Pemda) Pulau Morotai. Bantuan berupa sembilan bahan pokok (Sembako) disalurkan secara langsung oleh Bupati Benny Laos, Kamis (23/1/2020).

Benny Laos menyerahkan bantuan secara simbolis yang berlangsung di Desa Sakita Kecamatan Morotai Utara. Selanjutnya 12 desa lain tersebar di Kecamatan Morotai Timur, Morotai Utara dan Morotai Jaya, akan disalurkan oleh Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pulau Morotai.

Di hadapan warga korban banjir, Bupati Benny Laos menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh korban banjir, karena pasca terjadi bencana hingga kini Pemda Pulau Morotai baru menyalurkan bantuan.

“Oleh itu saya atas nama pemerintah daerah meminta maaf karena atas keterlambatan bantuan ini,” ungkap Benny.

Bupati Benny Laos saat memberikan sambutan di tengah masyarakt Desa Sakita Kecamatan Morotai Utara (Fizri/KabarMalut)

Benny juga menyampaikan kekesalannya terhadap sejumlah SKPD yang dinilainya lamban menangani masalah ini. Kata dia, masalah ini merupakan masalah serius yang menjadi tanggungjawab Pemda namun sejumlah SKPD terkesan malas dan acuh tak acuh.

“Kerja tidak pakai marah pasti tidak jalan, mesti marah-marah baru jalan,” tegasnya.

Dirinya menyebutkan sejumlah  SKPD tidak memiliki tangung jawab dengan benar, kata dia, semua datang turun hanya melihat dan  foto-foto kemudian lapor bupati bahwa pekerjaan sudah selesai, padahal hasilnya nihil.

“Dua minggu saya diam-diam saja, saya pura-pura tidak tahu, ternyata kalau tidak pakai marah itu tidak jalan,” cetusnya.

Warga diimbau agar tidak membuang sampah sembarangan yang nantinya berdampak besar dan bisa mencemari sungai. Selain itu, diminta pula agar tidak membangun rumah di pinggir sungai, sehingga tidak mengganggu saat dilakukan normalisasi sungai.

“Saya sampaikan jangan bangun rumah di pinggir sungai, karena kita normalisasi sungai biasanya terhambat karena ada pemukiman di sekitar sungai,” ujar Benny.

Bantuan Sembako yang disalurkan ke korban banjir yakni berupa Supermi 10 bungkus, telur 8 butir,  gula 1 kilo, teh 2 pack bagi setiap KK. Untuk beras sendiri, belum diberikan pada kesempatan ini karena masih dalam proses pengiriman ke lokasi dan akan diberikan ketika sampai.

“Untuk bantuan seperti beras memang tidak bisa langsung karena stoknya masih ada di Bulog Ternate jadi agak terlambat,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Pulau Morotai, Kusnadi Fonae mengaku korban banjir yang mendapat bantuan dari Pemda yakni sebanyak 695 KK di 13 desa yang ada di tiga kecamatan, Kecamatan Morotai Timur Desa Sangowo Barat 50 KK, Desa Rahmat 9 KK dan Desa Lifao 10 KK.

Kecamatan Morotai Utara Desa Tawakali 8 KK, Desa Leleo Jaya 216 KK, Desa Sakita 138 KK, Desa Tanjung Saleh 6 KK, Desa Kenari 56 KK, Desa Bere-Bere 54 KK, Desa Maba 14 KK dan Desa Lusuo 48 KK. Sementara untuk Kecamatan Morotai Jaya Desa Sopi 62 KK dan Desa Sopi Majiko 23 KK. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut