RSUD Labuha Miliki Piutang Senilai Rp 800 di BPJS

  • Bagikan
Direktur RSUD Labuha, Aisa Hasjim (Istimewa)

LABUHA – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara, hingga kini belum menerima dana klaim dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan senilai Rp 800 juta. Piutang RSUD Labuha ini belum dibayar BPJS selama empat bulan terhitung mulai bulan September-Desember 2019.

“Kami sudah ajukan tapi belum dibayar pihak BPJS,” kata Direktur RSUD Labuha, Aisa Hasjim saat dikonfirmasi KabarMalut, Senin (2/3/2019).

Sebelum itu, dihitung dari bulan Januari sampai Agustus 2019 hasil klaim yang dibayar BPJS rata-rata Rp 500 juta per bulan.

“Biasanya diangka itu (Rp 500 juta). Tapi sampai sekarang belum dibayar,” sebut Asia.

Aisa mengaku, pembayaran klaim dari BPJS sering terlambat diakibatkan sering terjadi gangguan. Karena terlambat, BPJS dikenakan denda keterlambatan sebesar 2 persen.

“Sering terlambat karena sistemnya error. Makanya BPJS harus bayar denda keterlambatan 2 persen,” ucap Asia.

Aisa mengaku meras terbantu dengan adanya subsidi anggaran dari Pemerintah Kabupaten Halsel  di tahun 2020 ini dengan mensubsidikan anggaran senilai Rp 20 miliar. Anggaran tersebut dialokasikan untuk pembayaran gaji tenag medis dan non medis termasuk gaji dokter spesialis dengan total Rp 14 miliar.

“Sisanya dialokasikan untuk belanja bahan-bahan abis pakai seperti obat-obatan dan makan minum pasien dengan total Rp 6 miliar.  Semua dipakai untuk kebutuhan pelayanan dan gaji dokter yang mahal,” pungkasnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut