Cegah Virus Covid-19, Rute Kapal ke Mototai Dikurangi

  • Whatsapp
Kepaka Dinas Perhubungan Kabupaten Pulau Morotai, Ahdad Hi Hasan (Fizri/KabarMalut)

DARUBA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Morotai telah mengeluarkan kebijakan baru di sektor perhubungan laut. Dimana seluruh rute kapal menuju Pulau Morotai telah dikurangi dalam rangka menekan jumlah orang yang datang ke Morotai.

Kepala Dinas Perhubungan Pulau Morotai, Ahdad Hi Hasan mengatakan meski Pemerintah Kabupaten belum menerapkan lockdown, tetapi saat ini sudah dilakukan locksteril dari sisi lokasi perhubungan. Ada beberapa kebijakan yang di ambil yakni mengurangi jumlah rute kapal feri Maming Tobelo-Morotai dan sebaliknya, yang sebelumnya setipa hari, kini judi dua kali dalam seminggu yaitu hari Rabu dan Sabtu dengan jam yang sama.

Bacaan Lainnya

“Kapal laut Ratu Maria dan Geovani masing-masing diberikan jadwal satu kali dalam seminggu. Untuk speed boat itu hanya dibolehkan masuk ke Morotai 5 speed setiap hari,” ungkap Ahdad kepada wartawan, Kamis (26/3/2020).

Tak hanya pengurangan jadwal kapal, semua pelabuhan di luar Kota Daruba juga telah ditutup sementara waktu. Semua Kapal yang masuk ke wilayah Morotai hanya diizinkan memlalui Pelabuhan Imam Lastori Daruba, termasuk Kapal Feri.

“Semua kapal yang masuk di Morotai yang berada di luar Pelabuhan Daruba itu ditutup. Pelabuhan Posi-Posi, Pelabuhan Leo-Leo dan Pelabuhan Sopi itu ditutup. Semua kapal diarahkan ke Daruba sehingga bisa dilakukan pemantauan,” jelasnya.

Pengawasan dilakukan sangat ketat, bahkan kapal yang masuk di Pulau Morotai dilarang masuk diatas jam 18:00 sore. Larangan tersebut telah disampaikan ke Sahbandar Morotai untuk ditindaklanjuti bersama.

“Perhubungan laut yang tidak dilakukan perubahan jadwal hanya Tol Laut. Tol Laut jalan seperti biasa, karena kita butuh logistik sehingga tidak bisa ditutup,” paparnya.

Disamping itu, Pemkab juga tetap memastika semua awak kapal baik Tol Laut maupun Kapal Penumpang masuk dalam pengawasan.

“Para motiris dan awak kapal, contohnya kapal Ratu Maria itu semua awak kapal tidak diizinkan turun ke pelabuhan, jadi semua kebutuhan-kebutuhan kapal diperiksa dan nanti disampaikan ke Sahbandar jika ada petugas yang mau belanja,” pungkasnya. (*)

Pos terkait