Pemdes Kaireu Fungsikan DD-ADD untuk Cegah Covid-19 dan Pembangunan Infrastruktur

  • Bagikan
Pemasangan tempat cuci tangan oleh Kades dan Ketua BPD Kaireu (Dahbudin/KabarMalut)

LABUHA – Pemerintah Desa (Pemdes) Kaireu Kecamatan Bacan Timur, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), ditengah pendemik Covid-19 telah mengambil langkah kongkrit menggunakan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) untuk mencegah penyebaran covid-19 serta pembangunan infrastruktur di desa setempat.

Kepala Desa Kaireu, Mahmud Abubakar Malayu mengatakan telah melakukan penyemprotan disinfektan di tempat ibadah, rumah warga dan tempat-tempat umum lainnya guna mencegah penyebaran covid-19. Selain penyemprotan disinfektan, Pemdes juga melakukan pembagian masker kepada warga yang sudah berusia lanjut dan memiliki gejala batuk dan memasang tempat cuci tangan di pintu masuk desa dan tempat umum lainnya.

Kegiataan pencegahan Covid-19 ini, Pemdes Kaireu bekerja sama dengan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan Polsek Bacan Timur.

“Kami melakukannya sesuai arahan Pemerintaan Pusat dan Pemerintah Daerah sesuai protap pencegahan Covid-19,” kata Mahmud kepada KabarMalut, Senin (20/4/2020).

Selain kegiataan pencegahan Covid-19, Pemdes Kaireu juga merealisasikan kegiataan fisik yang bersumber dari DD tahap pertama 40 persen dengan total anggaran Rp 300.8000.000 dan ADD Rp 55. 000.000.

DD tahap pertama ini, Pemdes Kaireu membangun rabat beton dengan volume 250 meter dengan pagu Rp 220. 000.000 dan taman desa yang saat ini pekerjaan dimulai dari timbunan lokasi taman desa. Kepala Desa Mul, juga langsung melakukan pembayaran matrial lokal dan honor para perangkat desa.

“Kami langsung bayaran material lokal pasir dan batu. Pembayaran dua bulan gaji LPM dan kaders posyandu dan honor perangkat desa,” tutur pria yang biasa disapa Mul ini.

Penyeprotan disinfektan oleh Puskesmas Babang dan anggota Polsek di rumah warga (Dahbudin/KabarMalut)

Sebelum itu, Mul mengaku pihaknya telah merealisasikan DD dengan melakukan rehab masjid, pembangunan rabat beton denga volume 1000 meter lebih, drenaise 50 meter, talut penahanan ombak, gapura desa, satu unit sepeda motor dinas untuk tenaga kesehatan di polindes, satu unit mobil BUMDes dan pagar desa dengan volume 250 meter.

“Semua proses pembangunan desa itu bersumber dari dana desa sejak tahun 2017 sampai 2019,” jelasnya.

Dengan adanya DDes dan ADD, Mul merasa proses pembangunan di desanya mengalami kemajuan yang sangat signifikan. Dari sisi infrastruktur, kat Mul, Desa Kaireu yang dulunya terlihat kumuh saat ini sudah nampak desa yang bersih dan berwarna. Kesejahteraan warga juga berangsur-angsur naik karena implementasi DD sudah dinikmati warga desa.

Meski demikian, dirinya berjanji di tahun yang akan datang DD dikelola pada sektor ekonomi kerakyatan seperti meningkatkan usaha kecil menengah di Desa. Hal ini dilakukan untuk mendorong ekonomi warga di desa.

“Misi kita mensejahterakan warga desa dan memajukan desa,” ujar Mul.

Mul juga mengaku, selama ini,  proses pembangunan di desa selalu didukung penuh oleh warga desa. Sehingga setiap kegiatan dapat diselesaikan tanpa ada hambatan. Atas perubahan di desanya, Mul turut berterima kasih kepada Bupati Bahrain Kasuba dan pihak Kepolisian, Kejaksaan yang selalu mengawasi proses pembangun yang bersumber dari DD dan ADD.

“Saya sudah komitmen dengan BPD dana desa tetap dikawal. Diatasnya ada pemerintaan, Kepolisian dan Kejaksaan yang terus melakukan pengawasan. Kami selalu transparan bila dana desa cair kami sampaikan langsung kepada warga.” tutup Mul.  (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut