Panitia Pilkades Desa Sabala Soroti Kinerja Timsel Kabupaten

  • Bagikan
Ketua Panitia Pilkades Desa Sabala Kecamatan Morotai Selatan, Ahyar Husen saat menerima berkas salah satu bakal calon Kades (Istimewa)

DARUBA – Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Desa Sabala, Kecamatan Morotai Selatan, Ahyar Husen menyoroti kinerja Tim Seleksi (Timsel) Kabupaten yang dibentuk Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Pulau Morotai.

Ahyar mengatakan dalam momentum Pilkades serentak 87 desa yang tersebar di 6 kecamatan ini anggarannya masih belum jelas, bahkan Panitia Tingkat Desa hanya dialokasikan anggaran sebesar Rp 20 juta. Namun berbeda dengan alokasi anggaran untuk Timsel Kabupaten yang mencapai Rp 150 juta.

“Bukan saya membandingkan antara Panitia Seleksi Pilkades Kabupaten dan Panitia yang ada di desa, namun dalam hemat saya ini tidak adil dalam penganggaran, bagaimana tidak kinerja di desa begitu besar namun dengan anggaran yang sedikit, sementara mereka Timsel di kabupaten mempunyai anggaran yang begitu besar,” ungkap Ahyar kepada sejumlah wartawan di kantor Bupati Pulau Morotai, Selasa (6/4/2021).

Menurut Ahyar, DPMD harus jelih melihat kondisi saat ini, jangan terlihat ada orang-orang yang dianggap berkompeten lalu seenaknya memilah antar Panitia Desa dan Timsel Kabupaten. Apalagi Timsel yang notabenenya di dalam ada dua akademisi yang statusnya tidak diketahui pihak kampus Unipas.

“Beberapa hari lalu saya lihat di media ada pernyataan Rektor Unipas Morotai bahwa kedua akademisi yang dilibatkan dalam Timsel Pilkades itu seharusnya mereka direkomendasikan oleh pihak kampus karena mengatasnamakan sebagai akademisi, saya kira ini juga jadi pertimbangan pihak DPMD,” tegas Ahyar.

Dengan kondisi saat ini, Ahyar berharap jika Pilkades serentak ini jalan dengan baik maka semestinya DPMD jangan terlihat kaku untuk mengambil kebijakan, nanti terlihat DPMD ini jabatan titipan dari luar sehingga sesukanya mereka mengatur kinerja DPMD.

“Saya berharap kepada Kepala DPMD agar jangan terlihat kaku mengambil satu kebijakan yang dimana orang bisa menilai bahwa jabatan yang kadis pimpinin saat ini merupakan titipan dari luar,” pungkasnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut