Polres Morotai Tetapkan Dua Tersangka Pencurian Ternak Warga

  • Bagikan
Konferensi Pers Kasus Pencurian Ternatek Warga oleh Kapolres Pulau Morotai, AKBP Aan Hardiansyah didampingi Kasat Reskrim IPTU Kristofel serta Komandan Lanud Leow Watimena Pulau Morotai, Kolonel Pnb Erick Rofiq Nurdin dan Kepala Kejari Kepulauan Pulau Morotai Sobeng Suradal (Istimewa)

MOROTAI – Pencurian hewan ternak milik warga Desa Sabala dan Desa Daeo, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, yang meresahkan kini terungkap. Polres Pulau Morotai menetapkan dua warga sebagai tersangka dalam kasus ini.

Kejadian ini tersebut terungkap ketika warga nyaris memergoki pelaku pencurian hewan ternak pada malam hari sekira pukul 21:00 WIT Minggu (27/6).

Kapolres Pulau Morotai, AKBP Aan Hardiansyah mengatakan tersangka yang ditetapkan dalam kasus pencurian ternak di Desa Sabala Kecamatan Morotai Selatan yakni sebanyak dua orang yakni insial FS dan YG. Dimana saat ini penyidik masih melakukan pemeriksanaan kepada saksi-saksi lain dan pendalaman kepada tersangka.

“Saat ini tersangka sudah kami lakukan penahanan dan mengamankan barang bukti, hewan ternak sapi sudah kami kembalikan kepada pemilik dengan alasan faktor ekonomi. Sedangkan untuk sapi yang luka sudah dikembalikan kepada pemilik untuk perawatan,” ungkap Aan didampingi Kasat Reskrim IPTU Kristofel serta Komandan Lanud Leow Watimena Pulau Morotai, Kolonel Pnb Erick Rofiq Nurdin dan Kepala Kejari Kepulauan Pulau Morotai Sobeng Suradal saat Konferensi Pers, Rabu (30/6/2021).

Untuk oknum anggota TNI-AU yang diduga terlibat dalam kasus pencurian ternak milik warga, Aan mengaku oknum tersebut diserahkan ke Detasemen Polisi Militer (Denpom) TNI-AU Lanud Leow Watimena Morotai untuk melakukan penyidikan di hukum militer.

“Yang kami lakukan penyidikan hanya kepada warga sipil dan sudah kami lakukan penyidikan sampai pada tahap penetapan tersangka. Sedangkan penyidikan untuk penanganan hukum militer kami serahkan sepenuhnya kepada Denpom TNI-AU. Untuk oknum TNI dipanggil hanya sebagai saksi dan penetapan tersangka oknum TNI dilakukan oleh Denpom TNI-AU sesuai peraturan perundang undangan yang berlaku,” jelasnya.

Sementara barang bukti mobil pick up milik TNI-AU yang diduga dipakai mengangkut hasil pencurian yang ditemukan di tempat kejadian, saat ini tidak ditahan sebagai barang bukti dengan alasan mobil milik dinas TNI-AU itu digunakan sebagai kepentingan penyelidikan.

“Terkait barang bukti mobil, emang kami lakulan penyitaan tetapi mobil tersebut juga diperlakukan untuk kepentingan penyelidikan oleh Denpom TNI-AU sehingga kami serahkan kepada Denpom TNI-AU,” pungkas Aan. (*)

  • Bagikan

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut