Dana Penyertaan Modal Persuda Tidore Diduga Bermasalah, KAI Minta APH Telusuri

  • Bagikan
Sekretaris DPD Kongres Advokat Indonesia  Maluku Utara, Roslan (Yasim/KabarMalut)

TERNATE – Pengeloaan dana penyertaan modal pada Perusahaan Daerah (Perusda) Aman Mandiri, Kota Tidore Kepulauan tahun tahun 2017- 2018, diduga bermasalah. DPD Kongres Advokat Indonesia (KAI) Maluku Utara meminta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk menyelidiki anggaran senilai Rp 9 miliar itu.

Sekretaris DPD KAI Maluku Utara, Roslan mengaku beberapa bulan terakhir ini, ada beberapa kasus dugaan tindak pidana korupsi yang sedang ditangani oleh APH baik Kejaksaan Tinggi (Kejati) maupun Ditreskrimsus Polda Maluku Utara. Oleh karena itu, KAI berharap agar Kejaksaan Tinggi maupun Ditreskrimsus Polda juga segera mengusut kasus yang ada di Kota Tidore Kepulauan khususnya terhadap laporan keuangan dan atau pertanggung jawaban atas dana penyertaan modal Perusda Aman Mandiri Tidore tahun 2017 dan 2018

“KAI berharap langkah awal, Kejaksaan Tinggi segera melakukan Pulbaket dan Puldata atas laporan pertanggung jawaban keuangan di Perusda Tidore ini, agar mendapatkan gambaran guna mencari dan menemukan suatu peristiwa hukum yang diduga sebagai tindak pidana,” ucap Roslan kepada KabarMalut, Jumat (15/10/2021).

Menur Roslan, langkah awal ini menjadi penting karena dari laporan pertanggung jawaban keuangan ini diduga berbeda dengan sebagian besar yang terealisasi di lapangan.

“Salah satunya yaitu tentang kegiatan-kegiatan di lapangan serta pembagian hasil keuntungan pertahunnya,” tandasnya.

Perlu diketahui, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan telah mengalokasikan dana penyertaa modal ke Perusda Aman Mandiri tahun 2017 sebesar Rp 5 miliar. Kemudian tahun 2018 kembali menambah sebesar Rp 4 miliar sehingga totalnya Rp 9 miliar. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut