Oknum Kades di Halmahera Utara Cabuli 16 Anak Dibawah Umur

  • Bagikan
Polres Halmahera Utara saat memperlihatkan pelaku dugaan pencabulan dan barang bukti yang diamankan (Ronald/KabarMalut)

TOBELO – Oknum Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, diduga mencabuli 16 anak dibawah umur. Kades bernama Melson Taju ini diamankan Polisi karena diduga mencabuli 2 anak perempuan dan anak 14 laki-laki dibawah umur.

Kasi Humas Polres Halmahera Utara, IPTU Kolombus Guduru mengatakan modus pencabulan yang dilakukan pelaku kepada korban masing-masing dengan cara yang berbeda. Untuk korban perempuan, pelaku mengajak para korban mengajarkan mengendarai sepeda motor di kawasan kantor Bupati Halmahera Utara.

Pelaku terlebih dahulu mengajarkan Bunga (korban) untuk mengendarai sepeda motor dan disaat itu posisi korban berada di depan, sedangkan pelaku berada di belakang. Saat motor berjalan tangan kiri pelaku dimasukkan ke dalam celana korban, lalu meraba-raba korban

“Saat itu korban tidak merasa nyaman dengan perbuatan pelaku dan berkata Ayah coba jangan. Akan tetapi pelaku berkata tara apa-apa, cuma ayah kong,” tutur Kolombus sambil mengulang penyataan korban dan pelaku kepada wartawan, Rabu (24/11/2021).

“Setelah Bunga, selesai giliran Putri, pelaku juga memasukkan tangan kiri ke dalam celana korban sambil merebah-rebah korban, kemudian korban berkata Ayah lepas, kemudian pelaku berkata tidak apa-apa, cuma kalian saja,” lanjut Kolombus.

Pelaku juga mengancam para korban agar tidak memberitahukan kepada orang lain. Saat itu, korban juga mau berteriak, namun dilarang pelaku sehingga korban tidak berani berteriak.

Sementara untuk korban laki-laki, Kolombus menuturkan pelaku mengajak para korban pergi ke kebun dan pantai, setelah sampai di kebun dan  pantai pelaku menyuruh mereka untuk menghisap kemaluannya.

“Untuk korban laki-laki, pelaku membawa ke kebun dan ke pantai. Jadi pelaku membawa korban secara bergantian dengan modus memberikan uang kepada korban Rp 5.000-Rp 10.000,” ucapnya.

Perbuatan tersangka dijerat pasal 81 ayat 1dan 2 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

“Untuk barang bukti sendiri 1 buah unit sepeda motor pelaku dan sejumlah pakaian korban,” tutupnya. (*)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut