Soal Perekrutan PTT, Vita: Itu Sudah Sesuai Dengan Aturan

  • Whatsapp
Kepala Dinkes Haltim, dr Vita Sangaji

MABA – Kepala  Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Halmahera Timur  (Haltim), dr Vita Sangaji, dalam menenggapi tuntutan masa aksi yang tergabung dalam Elemen Pemuda Bersatua, yakni KNPI, Ampera dan GP Ansor Haltim, dirinya mengaku apa yang telah dilakukan itu sudah sesuai dengan aturan.

“Perekrutan tersebut tentunya tidak keluar sedikitpun dari aturan yang ada, baik itu melakukan konsulidasi dengan pimpinan dalam hal ini Bupati Haltim bahkan  telah memenuhi amanat undang – undang yang mana memerintahkan bahwa setiap perekrutan tenaga kesehatan harus melalui seleksi,” kata Vita kepada wartawan, Senin (29/1/2018).

Muat Lebih

Ia juga menjelaskan syarat STR  merupakan perintah undang- undang dan tidak ada celah seditkupun di dalamnya pasalanya dalam undang-undang tentang kesehatan yaitu pasal 44  yang ditegaskan  setiap Tenaga Kesehatan wajib mengantongi STR.

“Selain itu ada juga undang-undang Kesehatan yang  melarang kepada tenaga kesehatan yang melakukan praktek kalau tidak memiliki STR, itu ada pada pasal 74 tahun 2014,” jelasnya.

Sementara untuk dijadikan asisten atau pendamping, tambahnya, meski telah  D3,  harus membutuhkan asistensi (pendamping) yang satu tingkat diatasnya, namun itu juga harus memiliki STR.

“Karena pasal 74 itu sangat jelas bahwa sangat melarang tenaga kesehatan untuk melakukan praktek kalau tidak mengantongi STR,” pungkasnya.

Untuk itu, lanjutnya ,  jika tenaga kesehatan yang tidak kantongi STR kemudian melakukan pelanggaran pelanggaran dalam paraktek, maka itu sangat berdampak hukuman baginya.

“Tuntutannya paling rendah Rp 100 juta, maka  kami juga menganggap bahwa ini juga bagian dari menyelamatkan generasi para tenaga kesehatan untuk tidak berhadapan dengan hokum, jika melakukan praktek, sehingga itu STR itu pengakuan jika tenaga kesehatan tersebut layak untuk melakukan pelayanan. (*)

 

Editor: Narjo Usman

Pos terkait