Soal Dugaan SPPD Fiktif, Mantan Bendahara Umum Diperiksa

  • Bagikan
Kasat Reskim Polres Haltim, AKP. M. Nasir

MABA-Tim penyidik polres Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) mulai mendalami kasus dugaan penggunaan Anggaran Surat Perintah Perjalanan Dinas   (SPPD) fiktif tahun 2016,  Bagian Umum dan Perlengkapan Sekertariat Daerah (Setda) Kabupaten Halmahera Timur sebesar Rp 1,5 Miliar.

Hal ini terbukti  pada beberapa waktu lalau penyidik Polres Haltim melakukan pemeriksaan terhadap mantan Kepala Bagian Umum dan Perlengkapan, Kalla Suleman, dan  pada hari ini (26/2/2018). Pihak penyidik melakukan pemeriksaan terhadap manatan Bendahara Bagian Umum dan Perlengkapan Setda Haltim, Edy Santoso di ruang reskrim kurang lebih 6 jam terhitung mulai dari pukul 10.00 WIT sampai 16.00 WIT, Senin

Kasat Reskrim Polres Haltim AKP M. Naser, mengaku, pemeriksaan terhadap saksi mantan Bendahara,  Edy Santoso dan mantan Kepala Bagian Umum dan Perlengkapan, Kalla Suleman beberapa waktu lalu tidak lain mengumpulkan bahan keterangan serta bukti terkait dugaan SPPD fiktif pada Bagian Umum dan Perlengkapan senilai Rp 1,5 M 2016 lalu,

“Hari ini kami periksa mantan bendahara umum, dan sementara kami lagi dalami bahan keterangan saksi,” ungkapnya.

Sehingga itu, ia juga mengaku jika pemanggilan saksi ini, tentunya bukan hanya mantan Kabag Umum dan Bendahara, melainkan ada saksi-saksi lain yang akan dipanggil, setelah mengali dari kedua saksi tersebut. (Ong)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut