AHM-Rivai Janji Bangun Industri Kelapa di Sidangoli

  • Bagikan
Cagub Malut, Ahmad Hidayat Mus saat bertatap muka dengan warga Halbar di Sidangoli

JAILOLO – Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Malut, Ahmad Hidayat Mus-Rivai Umar (AHM-RIVAI) menggelar silaturahmi dan tatap muka dengan masyarakat Sidangoli, Kecamatan Jailolo Selatan, Kebupatan Halmahera Barat (Halbar).

Calon Wakil Gubernur Malut, Rivai Umar mengatakan, kedapan Malut harus dibagun industri untuk meningkatkan perputaran ekonomi. Sebab yang menjadi problem di masyarakat saat ini adalah harga komoditi khususnya kopra selalu anjlok, padahal komodi yang satu ini merupakan sumber pendapatan masyarakat.

“Kakuatan permintaan komoditi ini yang harus diatur, untuk itu harus ada industri kepala, sehingga ada penyaing antara pembeli kopra dan industri itu. Masyarakat pun bisa menjual kelapa dalam bentuk buah ke perusahaan ketika harga kopra turun,” ungkap Rivai di hadapan ribuan warga yang hadirin, Kamis (15/3/2018).

Rivai menjelaskan, jumlah pengangguran di Malut setiap tahunnya semakin meningkat, maka untuk meminimalisir itu, pasangan AHM-RIVAI sudah berkomitmen untuk menciptakan lapangan pekerjaan demi membenahi perekonomian Malut kedepan.

“Unkhair itu hampir setiap tahun mengwisudakan hampir 1.000 lebih, itu baru satu kampus, belum lagi kampus yang lainnya. Bayangkan dalam setiap tahunnya beberapa pengangguran, meraka lulus tapi tidak ada lapangan pekerjaan, sebab jurusan yang diambil tidak sesuai,” jelasnya.

Pihaknya menilai pendidikan di Malut saat ini tidak sesuai dengan kondisi daerah, sebab lulusan serjana setiap tahun didominasi jurusan keguruan, kesehatan, politik pemerintahan dan sebagainya. Bahkan jarang meraka yang lulusan dari jurusan yang nantinya bisa berwirausaha.

“Untuk itu kedapan kita harus lebih tinggakatkan lagi sekolah kejuruan dan mari kita bersama-sama membangun pendidikan dan benahi untuk kedepanya,” ucapnya.

Selain itu, lanjut Rivai, kesehatah juga menjadi satu faktor yang penting, karena dengan kesahatan orang bisa mencapai kesejahteraan, dan jika orang tidak sehat maka tidak bisa cari uang.

“Untuk itu kita akan berupaya untuk bekerja keras agar ekonomi kita bisa berputar, tetapi jika kita tidak sehat maka hal itu tidak bisa. Jadi mari bersama dengan AHM-RIVAI untuk membangun ekonomi dan meningkatkan pelayanan kesehatan di Malut,” tutupnya.

Ribuan masyarakat Halbar menghadiri kampanye AHM-RIVAI di Sidangoli

Semenatara itu, dalam kesempatan yang sama Calon Gubernur Malut, AHM mengatakan, pasangan AHM-RIVAI ingin membawa Malut ini lebih baik dan maju, dan akan difokuskan pembangunan di Sidangoli, Sebab wilayah ini (Sidangoli) pada jaman sebelumnya sudah maju dengan adanya perusahan kayu.

“Ada teman saya ingin berinvestasi di Malut, namun yang ia minta harus di Sidangoli, karena ia mau bangun industri pengolahan kelapa, jadi  buah kelapa ini akan dibeli bukan kopra, kemudan sabuk kelapa akan dibuat menjadi jok mobil, air kepala akan diolah, dan tempurung kepala juga akan diolah. Dan itu akan dibangun di Sidangoli ini, tujuannya adalah membangun ekonomi kerakyatan ini,” tegasnya.

Perekonomian masyarakat Malut dibawa standar, maka masyarakat desa selalu hidup dalam kemiskinan. Itu sebabnya, pasangan AHM-RIVAI telah berkomitmen untuk membangun ekonomi di Malut dari pesisir.

“Doakan kami untuk mendirikan industri di Sidangoli ini. Sidangoli harus masuk pada rancangan wilayah Provinsi Malut, Sidangoli ini dulu dijaman Kesultanan, menjadi daerah lumbung pangan. Jadi mari besama-sama kita kembalikan kejayaan itu,” harapnya.

Sementara di bidang kesehatan, AHM mengaku, sistem kesehatan di Malut saat masih terbilang belum memadai, sehingga perlu dibenahi lagi. Mulai dari Rumah Sakit Umum Daerah sampai pada Puskesmas yang ada di pelosok.

Untuk itu, apabila AHM-RIVAI terpilih nanti, komitmen mereka akan bekerja sama dengan semua rumah sakit besar yang ada di Indonesia, untuk mengantisipasi jika palayanan rumah sakit di Malut tidak bisa, maka dilakukan rujukan ke luar daerah. Biaya kesehatan masyarakat juga akan dianggarkan, agar masyarakat yang sakit, baik menjalani operasi seperti, empedu, ginjal, paru-paru dan penyakit ganas lainnya, tidak harus mengeluarkan anggaran yang memberatkan. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut