PKL Nekat Berjualan di Jalan Raya

  • Bagikan
PKL yang nekat berjualan di persimpangan jalan karena kecewa dengan kebijakan pemda setempat

SANANA – Puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berbulan-bulan lamanya berjualan di dalam Pasar Tradisional Basanohi akhirnya nekat dan kembali duduk berjejer di persimpangan jalan raya depan pintu masuk terminal lama yang saat ini telah dipagari Pemda Kepulauan Sula (Kepsul) untuk pembangunan.

PKL mengaku kembali melakukan aksinya itu lantaran ada rasa ketidakadilan yang nampak dalam kebijakan Pemda Kepsul khususnya pihak pengelola pasar.

“Kami minta Pemda segera tuntaskan persoalan ini, kenapa kami dipindagkan ke dalam bangunan pasar, sementara sebagiannya berjualan sesuka hati mereka di luar sana, hingga mengakibatkan barang-barang kami tidak laku sama sekali, karena tempat mereka dibiarkan lebih dekat dengan akses jalan,” sebut salah seorang PKL Nursia kepada KabarMalut, Senin (21/5/2018).

Selain menyampaikan alasan penempatan pedagang yang tak teratur oleh Pemda, para PKL juga kesal atas metode banting harga, dimana akan merugikan pedagang yang lain.

“Kami juga minta Pemda tindaki terkait harga barang, misalkan harga bawang, kami yang di dalam bangunan pasar tradisional jual dengan harga sesuai ketentuan, mereka jual dibawa harga hingga barang-barang dagangan kami tidak laku, kami akan tetap berjualan di persimpangan jalan hingga Pemda dapat mengambil langkah,”  tutupnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut