Dires Narkoba Polda Malut Bongkar Sindikat Narkoba di Lapas Kelas II Ternate

  • Bagikan
Dires Narkoba Polda Malut saat melakukan rilis penangkapan narkoba

TERNATE – Direktorat Reserse Narkoba (Dires Narkoba) Polda Maluku Utara membongkar sindikat Pengedar Narkoba di Maluku Utara.

Dires Narkoba Polda Malut, Kombes Pol Mirzal Alwi, yang didampingi Kabid Humas, Hendry Badar saat menggelar Pres rilis Jumat (8/6/2018) mejelaskan, selama dua bulan, Dires Narkoba Polda Malut berhasil mengungkap sebanyak 23 kasus Narkoba yang mengarah kepada salah satu jaringan besar yang saat ini masih dikembangkan.

“Sejak April dan Mei 2018 kemari, Dires Narkoba Polda Malut mengungkap kurang lebih 23 kasus, untuk April 8 kasus dan Mei 15 kasus, di mana Dires Narkoba Polda Malut menangani 6 perkara di bulan April dan 8 perkara di bulan Mei, sedangkan Polres Ternate 2 perkara di bulan April dan 4 perkara di bulan Mei, sedangkan Polres Halut menangani 1 perkara di bulan Mei dan Plres Sula 2 perkara dibulan Mei, sehingga total 23 kasus selama dua bulan,” jelasnya.

Kemudian untuk jumlah tersangka lanjut dia, sebanyak 30 orang dan jumlah barang bukti terdiri dari Ganja 122, 66 gram dan sabu 6,1 gram.

“Dari 22 kasus yang ada di Dires Narkoba ada 17 tersangka, kemudian Polres Ternate 9 tersangka dan Polres Sula 2 tersangka, Polres Halut 2 tersangka,” ungkapnya.

Jika dibandingkan dengan kasus di bulan April-Mei 2017, dibandingkan bulan April-Mei 2018, mengalami kenaikan 14 kasus. Kalau di tahun 2017 itu 9 kasus ditangani, sedangan di 2018 23 kasus yang ditangani, jadi naik kurang lebih 14 kasus.

Jumlah tersangka narkoba yang ditangkap pada bulan April-Mei 2017 sebanyak 9 orang, sedangkan April-Mei 2018 sebanyak 30 tersangka

Lokasi penagkapan di wilayah kota Ternate terbanyak di Kelurahan Mangga Dua, Maliaro dan Soa. Sedangkan untuk Halut lokasi penangkapan di Dise Pitu sedangkan Haltim di Suagi Malaha 2 kasus kemudian di Kepulauan Sula di Desa Wai Ipa 2 kasus.

Dires Narkoba membantah isu yang beredar bahwa yang tertangkap kasus Narkoba yang ditangani saat ini ada oknum PNS, ia mengaku, semau kasus yang di bongkar ini sesuai hasil penyelidikan

“Pengungkapan kasus di bulan Mei 2018 itu tersangkanya melakukan transaksi yang dikendalikan dari dalam Lapas kelas IIB Ternate, ada kurang lebih 13 kasus, 70 persen kasus yang ditangani itu mengarah ke Lapas kelas IIB Ternate,” ungkapnya.

Saat rilis, Dires Narkoba juga menghadirkan 3 tersangka yang ditangkap pada bulan Juni 2018 yang didalamnya ada keterlibatan salah satu onum pejabat Lapas kelas IIB Ternate, kronologis penangkapan sesuai dengan hasil penyelidikan dan akhirnya diketahui jaringannya dari Lapas.

Lokasi penangkapannya di Mangga Dua, Kampung Pisang, Muhajirin, Tanah Tinggi dan Kalumata. Tersangka yang ditangkap ini rata Pengedar, sedangkan Bandarnya sebenarnya ada di Lapas. Pokoknya semau kasus yang ditangani ini pengendaliannya dari Lapas, ada pegawai lapas dan salah satu Narapidana juga terlibat, karena transaksinya itu ada dalam Lapas.

“Salah satu pejabat Lapas yang ditangkap itu barang buktinya 1 gram sabu yang kalau di uangkan sekitar Rp 2500.000 ,” pungkasnya (Ong)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut