Bupati Morotai Pecat Tiga ASN Malas

  • Bagikan
Kepala Disdikbud Pulau Morotai, F Revi Dara

DARUBA – Bupati Pulau Morotai,  Benny Laos tidak pandang bulu untuk memberikan sanksi tegas terhadap Abdi Sipil Negara (ASN) yang malas melaksanakan tugas. Terbukti 3 ASN yang tidak melaksanakan tugas lebih dari 40 hari, langsung dipecat secara tidak terhormat oleh Bupati Benny.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pulau Morotai, F Revi Dara mengaku tahun ini terdapat tiga ASN yang berprofesi guru  telah dipecat oleh Bupati. Pemecatan dilakukan karena selama setahun lebih para ASN tersebut tidak lagi menjalankan tugas dan tanggungjawabnya.

“Tiga guru yang dipecat itu,  selama tiga tahun berturut-turut tidak menjalankan tugas. Misalnya guru di SD Momojio selama tiga tahun tidak menjalankan tugas, guru SMPN 6 setahun lebih tidak menjalankan tugas, sementara guru SMPN 5  mengundurkan diri,” kata F Revi kepada sejumlah wartawan usai tatap muka dengan puluhan Kepsek SMP sederajat di aula kantor Bupati Pulau Morotai,  Jumat (27/7/2018).

Menurutnya, langkah pemecatan terhadap guru dilakukan sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku dan dasar pemecatan terhadap guru itu berdasarkan  Undang-Undang (UU)  Nomor 5 Tahun 2014 Tentang ASN dan Paraturan Pemerintah (PP) nomor 53 tahun 2010 tentang Disipiln ASN, dimana dalam UU dan PP tersebut mengisyaratkan,  bahwa jika terdapat ASN tidak berkantor selama empat puluh enam hari berturut-turut, maka bakal dipecat dari statusnya sebagai ASN.

“Sesuai prosedur, sebelum ASN dipecat harus diberi surat peringatan pertama,  kedua dan ketiga, prosedur itu telah dilakukan, tapi gurunya tidak memiliki itikad baik untuk menyelesaikan aturan yang telah dilanggar,  dengan dasar dan prosedur itulah kami menganggap, bahwa ketiga layak dipecat,” tegasnya.

Tak hanya tiga guru yang dipecat, lanjut dia,  terdapat enam guru lainnya juga terancam dipecat, karena melakukan pelanggaran dimana keenamnya lalai menjalankan tugas.

“jadi keenam guru ini untuk sementara diberikan sanksi penurunan pangkat, sanksi penurunan pangkat diterapkan tujuannya untuk mendisiplinkan para ASN,” pungkasnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut