Pemdes Guruapin Diduga Manipulasi LPJ DD Tahap Pertama

  • Bagikan
Pemuda Asal Guruapin, Wahyudin Djumati

LABUHA – Pemerintah Desa (Pemdes) Guruapin, Kecamatan Kayoa, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), diduga melakukan manipulaai laporan pertanggung jawaban (LPJ) penggunaan Dana Desa (DD) tahap pertama 20 persen tahun anggaran 2018. Warga setempat menilai tidak ada realisasi di lapangan baik itu pembangunan fisik dari anggaran DD tahap pertama dan kini Pemdes Guruapin sudah kembali mengajukan proses pencairan tahap kedua yakni 40 persen di dinas terkait.

Salah satu Pemuda Asal Guruapin, Wahyudin Djumati mengatakan, proses pencairan tahap pertama DD untuk Desa Guruapin telah dicairkan sejak pertengahan bulan puasa kemarin. Namun Pemanfaatan anggaran 20 persen belum sama sekali digunakan oleh Pemerintah Desa Guruapin.

“Anehnnya dari 12 desa yang diblokir rekeningnya, akibatt dari LPJ tahap pertama 20 persen belum selesai, tapi nama Desa Guruapin tidak masuk di dalamnya,” kata Wahyudin kepada KabarMalut, Rabu (29/8/2018).

Kata dia, nama Desa Guruapain tidak termasuk dari 12 Desa tersebut, sehingga logikanya bahwa laporan pertanggung jawaba atau LPJ untuk penggunaan 20 persen tahap pertama DD Desa Guruapin telah selesai dibuat. Sementara fakta di lapangan tidak ada kegiatan di desa dari pasca pencairan anggaran tersebut.

“Padahal realitas di lapangan kegiatan untuk penggunaan 20 persen belum dimanfaatkan sama sekali. Dan masalah yang lainnya adalah tidak adanya transparansi anggaran selama ini oleh pemerintah desa,” sesalnya.

Dia juga menambahkan, beberapa anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) juga mengaku tidak mengetahui besaran anggaran DD untuk tahun anggaran 2018.

“Untuk pagu anggaran dana desa masyarakat tidak mengetahui, karena tidak ada transparanasi oleh pemerintah Desa,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Desa Guruapin hingga berita ini naik tayang, belum bisa dikonfirmasi atas persoalan tersebut. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut