PN Labuha Diduga Serobot Lahan Warga

  • Bagikan
Kantor PN Labuha

LABUAH – Pengadilan Negeri (PN) Labuha Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) diduga menyeroboti sebidang lahan di Pasar Baru Desa Labuah milik Safrudin. Sebab lahan tersebut tanpa ada sengketa namun oleh PN Labuha dieksekusi dan dikapling.

Safrudin mengaku, awal tahun2018 lalu ada perkara sengkata sebidang lahan bersebelahan dengan lahan miliknya antara Sofyan Ismail dan Idrus Nandong pedagang kaki lima dengan ukur lahan yang sama. Namun ketika sengketa tersebut sudah diputusakan, malahan lahanya yang dieksekusi PN Labuha, sementara lahan yang disengketakan tidak dieksekusi.

“Pengadilan salah kapling lahan, yang bermasalah itu tanah milik adik saya yang dikontark Idrus Nadong dengan ukuran lahan 6 x 25. Tapi pihak pengadilan turun kapling itu tanah saya yang bersebalahan dengan adik saya (Sofyan) dengan ukuran yang sama,” tutur Safrudin kepada KabarMalut, Rabu (17/10/2018).

Safrudin menduga Idrus sudah bekerja sama dengan PN untuk menyerobot lahan miliknya. Sebab sebelum ada masalah ini Idrus sudah tujuh kali datang kepada dirinya menawarkan kontrak sebidang tahan tersebut tapi dirinya menolak.

“Saya curiga ada kerja sama pihak Idrus dan Pengadilan untuk meyerobot lahan saya,” ucapnya kesal.

Akibat dari kejadian ini dirinya merasa kecewa dengan sikap PN Labuha yang tanpa koordinasi dengan dirinya langsung semenah-menah mengklaim lahannya dijadikan objek sengketa.

“Seharusnya pada saat PN turun kaplik itu berkoordinasi dengan saya, tapi yang dilakukan PN tidak berkoordinasi dengan saya. Sehigga masalah ini saya merasa dikorbankan.” tuturnya

Selain Safrudin, kedua pedagang kaki lima yaini Samin dan Namrin menuturkan pada bulan Maret lalu keduanya dipanggil pihak PN Labuha untuk diminta keterangan terkait kepemilikan lahan.

“Kami ditanyan lahan itu milik siapa, kami jawab lahan yang kami kontra ini milik Safrudin,” tutur Samin dan Namrin.

Sementara itu, Kepala PN Labuha, Ahmad Rasid belum dapat dikonfirmasi karena sedang berada di luar kota.

“Sementara ketua masih di luar kota. Kemungkinan sampai awal bulan muka ketua sudah berada di Bacan,” ungkap Panitra Muda Hukum, Safri Ratuela. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut