Miliki Setumpuk Masalah, Pegawai Puskesmas Gebe Ancam Mogok Kerja dan Tuntut Ganti Kepala

  • Whatsapp
Para pegawai Puskesmas Gebe (Foto: Istimewa)

WEDA – Setumpuk masalah kini terjadi di Puskesmas Gebe, Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) yang menimbulkan kecaman oleh para pegawai. Bahkan para pegawai dan dokter mengancam bakal mogok kerja jika Kepala Puskesmas Gebe, Candra Walid tidak segera diganti.

Dokter Puskesmas  Gebe, Fitriya Syaifuddin mengatakan Kepala Puskesmas tidak punya kewibawaan, dimana ketika berkantor tidak mengenakan pakaian dinas tetapi mengenakan celana pendek dan kaos oblong sehingga banyak dikomentari masyarakat.

Muat Lebih

“Sikap itu tidak mencerminkan seorang pimpinan kepala puskesmas, seorang PNS/ASN kan diatuar cara berpakainnya sesuai hari apa harus pakai apa. Komentar masyarakat dan beberapa keluarga pasien saya tidak bisa berkata apa-apa lagi dan merasa kesal,” ungkap Fitriya kepada KabarMalut, Senin (11/2/2019).

Kepala Puskesmas juga dinilai sangat angkuhan dan sombong sehingga dikecam seluruh pegawai dan akan melakukan mogok kerja selama masih dibawa pimpinan Candra Walid. Pegawai puskesmas mengatakan akan mulai kerja kalau sudah digantikan kepala puskesmas yang baru.

“Para pegawai membuat petisi mengatakan sikap Candra Walid tidak layak menjadi pimpinan puskesmas,” terangnya.

Petisi para pegawai dan dokter mendesak pencopotan Kepala Puskesmas Gebe Candra Walid (Foto: Istimewa)

Para dokter Puskesmas Gebe tidak akan masuk kerja bila dalam seminggu ini tidak mengganti Candra Walid, mereka (dokter) juga akan memutuskan kontrak kerja di Puskesmas Gebe. Dokter Fitria sendiri telah mengkonfirmasi kepada Kadis Kesehatan bahwa dia akan memutuskan kontrak kerja dengan alasan merasa tidak nyaman lagi bekerja dibawah kepimpinan Candra Walid.

“Saya akan kembali bertugas kalau Kapus Candra Walid sudah diganti,” pungkasnya.

Kasus demi kasus tak terhindarkan yang marak dilakukan oleh Kepala Puskesmas Gebe, upah salah satu petugas cleaning service selama 4 bulan bekerja tidak dibayar, dengan menjanjikan bakal dijadikan PNS. Hal ini terungkap ketika istri petugas cleaning service datang menanyakan gaji suaminya.

Salah seorang petugas Perawat jaga malam Kalsun juga angkat bicara soal insentif yang tidak dibayar selama 3 bulan, termasuk juga insentif sopir mobil ambulans yang tidak dibayar. Bahkan Petugas Postu delapan desa juga menuntut uang insentif Postu triwulan 4 yang sejauh ini belum lagi dibayarkan.

Staf apotik puskesmas juga mengeluh soal  uang Kas apotik yang dipinjam kepala puskesmas tapi sejauh ini sudah 3 bulan tidak diganti. Dokter dan perawat tidak sepakat dengan kebijaknya kapus menata apotik yang harus dipindakan. Kata dokter pemindahan apotik ini berdampak buruk bagi masyakat yang mau ambil obat.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Gebe, Candra Walid hingga berita ini naik tayang, belum bisa dikonfirmasi terkait persoalan tersebut. (Ajo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *