Mertua Bos PT Karapoto Minta Perlindungan Polisi

  • Bagikan
Ayah Ardiansyah selaku Direksi Investasi Dufa-Dufa, Abubakar Sofyan (Foto: Yasim/KabarMalut)

TERNATE – Ribuan nasabah investasi Dufa-Dufa atau investasi PT Karapoto Technologi Finance, sampai saat ini belum mendapat kepastian pengembalian dana mereka. Bahkan saking emosinya para nasabah turut melampiaskan amarah ke mertua bos PT Karapoto Abubakar Sofyan.

Rumah Abubakar Sofyan turun menjadi sasaran amukan para nasabah tepatnya di Kelurahan Akehuda Ternate Utara. Bahkan ada pula yang diduga memfitnah Abubakar turut menggelapkan dana PT Karapoto miliaran rupiah, keselamatanya pun diancam, sehingga ia meminta perlindungan hukum ke pihak Kepolisian Polres Ternate.

“Jujur saya juga menginvestasi uang saya ke Karapoto, tapi sampai saat ini uang saya belum dapat pengembalian. Selain itu saya tidak tahu keberadaan anak saya Ardiansyah dan istrinya Fitri Puspita Hapsari, jadi tolong jangan memfitnah saya. Apalagi menyebut saya juga bagian dari perusahan Karapoto, jujur saya tidak tahu masalah meskipun Ardiansyah itu anak saya,” ungkap Abubakar didampingi Muhammad Konoras kepada wartawan, Selasa (26/2/2019).

Sementara itu, Muhammad Konoras menegaskan nasabah perlu tahu bahwa berdasarkan hukum pidana perbuatan seseorang tidak bisa dibebankan ke orang lain, karena di situ menyebutkan apabila seseorang melakukan tindak pidana, bertanggung jawab secara pribadi bukan orang lain.

“Tentu dengan masalah ini nasabah harus jelih karena perbuatan ini dilakukan Ardiansyah serta istrinya bukan ayahnya,” kata Konoras.

Ia pun menceritakan, dirinya pernah didatangi sejumlah nasabah korban investasi PT Karapoto. Dari pernyataan nasabah, mereka dengan beraninya menginvestasi uang mereka ke PT Karapoto atau Investasi Dufa-dufa dibawah pimpinan Ardiansyah dan istrinya Fitri Puspita Hapsari, dengan alasan bahwa investasi ini dilaunching oleh Walikota Ternate Burhan Abdurrahman dan Kapolres, bahkan turut hadir pada dalam launching yang dilaksanakan di Grand Daffam waktu itu terdapat pihak Otorotas Jasa Keuangan (OJK) . Sehingga masyarak percaya dan menginvestasi dana mereka hingga miliaran rupiah.

“Launching Karapoto pertama kali dilakukan di Dafam Hotel dihadiri Kapolres dan Walikota, dan kalau tidak salah Walikota dan Kapolres menyampaikan bahwa ini bukan investasi bodong, bahkan hadir juga OJK, makanya masyarakat percaya,” jelasnya.

Meskipun  investai PT Karapoto dan Investasi Dufa-Dufa itu tidak sangkutpaut. Tetapi masyarakat tingkat bahwa ini tidak melihat seperti itu, tentu secara moral Kapolres dan Walikota harus bertanggungjawab.

Ia berharap Kapolres secara intensif memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak melibatkan orang tua Ardiansyah. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut