Diduga Sunat Dana Rp 22 Juta dari PT NHM, Sejumlah OKP Desak Evaluasi Ketua KNPI Halut

  • Bagikan
Sejumlah OKP dan Pengurus DPD II KNPI Halut pada saat Jumpa Pers di Pantai Tanjung Pilawang (Foto: Ronald/KabarMalut)

TOBELO – Sejumlah Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) yakni GMNI, PMII, Pemuda Muhammadiyah, Pemuda Pancasila dan PPI, mendesak pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Maluku Utara (Malut) agar segera mengevaluasiKetua KNPI Halmahera Utara (Halut) Christian Moloku dari jabatanya. Christian diduga telah menyunat bantuan anggaran Rapat Kerja (Raker) sebesar Rp 22 juta yang berasal dari perusahan pertambangan emas PT Nusa Halmahera Minerals (NHM).

“Kami berharap agar pengurus KNPI DPD I Provinsi Maluku utara (Malut), agar segera meninjaklanjuti kasus Christian Moloku selaku Ketua KNPI DPD II Halut, karena telah menyunat bantuan anggran dari PT NHM sebesar Rp 22 juta,” kata Ketua Pemuda Pancasila Halut, Runo Kusame kepada sejumlah waratwan di Pantai Tanjung Pilawang, Jumat (1/3/2019).

Senada, Ketua DPC GMNI Cabang Halut, Jenfanher Lahi mengatakan sesuai dengan data yang disampaikan oleh Bendahara Umum KNPI Halut Femi Kusus, sangat jelas adanya penyalanggunaan anggaran organisasi. Oleh sebab itu, OKP yang terhimpun dalam KNPI mendesak KNPI Malut mengevaluasi Christian Moloku.

“Kami berharap agar Pengurus KNPI DPD I Malut agar segera tinjaklanjuti kasus Ketua KNPI atas penggelapan bantuan anggran Rp 22 juta dari PT NHM yang sampai saat ini tidak mampu dipertanggung jawabkan oleh Ketua KNPI Christian Moloku,” tegasnya.

Terpisa, Bendahara Umum KNPI Halut Femi Kukus membenarkan bantuan anggaran sebesar Rp 22 juta sampai saat ini tidak ada pelaporan anggaran Raker oleh Ketua KNPI Christian Moloku. Anggaran tersebut diperoleh berdasarkan pembuatan proposal ke perusahan swasta tanpa sepengatahuan pengurus KNPI.

“Yang membuat saya heran tiba-tiba PT NHM telepon menanyakan apa uang sudah masuk ke rekening, karena tidak tahu saya tidak bisa menjawab. Setelah saya cari tahu dan lakukan rekapan di bank ternyata uang dari PT NHM sebesar Rp 22 juta sudah masuk dan sudah dicairkan oleh Ketua KNPI,” tuturnya.

Femi juga mengatakan pencairan anggaran bantuan dari PT NHM Rp 22 juta  di salah satu bank, speciment bank diganti oleh Cristian tanpa pengetahuan dirinya sebagai Bendahara Umum dan pengurus KNPI Halut.

“Saya sudah cek ke bank saat pencairan dilakuakan Ketua KNPI mengganti speciment bank dengan mengantikan nama saya dengan nama orang lain, untuk mencairkan bantuan anggara dari PT NHM sebesar Rp 22 juta,” ungkapnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut