Belum Buat LP, Kapolres Halsel: Bagimana Kita Periksa Orang Kalau tidak Ada Dasarnya

  • Bagikan
Kapolres Halsel AKBP Agung Setyo Wahyudi ketika diwawancarai (Foto: Bud/KabarMalut)

LABUHA – Kapolres Halmahera Selatan (Halsel) AKBP Agung Setyo Wahyudi mengaku keluarga korban penembakan oleh empat oknum anggota Brimob Polda Maluku Utara (Malut) di Desa Kawasi Kecamatan Obi, Sabtu (16/3) belum memasukan laporan secara resmi kepada pihak kepolisian.

“Ngga mau bikin LP, ngga mau kasih keterangan ya sudah,” kata Kapolres ketika dikonfirmasi di kantin Polres Halsel, Senin (18/3/2019).

Padahal pihaknya berusaha meminta keterangan kepada keluarga korban terkait kejadian penembakan tersebut. Namun menolak memberikan keterangan dengan alasan kondisi keluarga masih lelah.

Sikap menolak memberikan keterangan ini menurut Kapolres pihak keluarga korban tidak koparatif, padahal di satu sisi menuntut agar kasus ini diselesaikan secara adil. Akibat tidak memberikan keterangan dan memasukan laporan secara resmi ke pihak kepolisian maka kempat anggota Brimob tersebut belum bisa diperiksa.

“Satu sisi pihak keluarga minta keadilan, kita ikuti proses cuman proses ini bisa berjalan dasarnyakan ada laporan polisi. Bagimana kita periksa orang kalau tidak ada dasarnya, ya tidak bisa. Maka itulah sementara keempat anggota itu kita amankan,” ujar Kapolres.

Sementara hasil visum yang diterima Polres Halsel, proyektir pelur yang digunakan salah satu anggota Brimob yang menebak kedua warga Kawasi itu jenis peluru tajam. Hanya saja belum bisa pastikan apakah tindakan penembakan yang dilakukan anggota Brimob itu sudah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP)  atau tidak, karena belum ada pemeriksaan lebih lanjut terhadap keempat anggota Brimob.

“Kita belum bisa pastikan, karena belum ada pemeriksaan terhadap empat anggota dan korban,” ungkap Kapolres.

Terspisah, keluarga korban Juisnan Nanlesyy ketika dikonfirmasi di RSUD Labuha menyebutkan, pihak kepolisian sudah meminta keterangan kepada keluarga korban. Kendati demikian pihaknya belum melaporkan secara resmi peristiwa penembakan yang memakan korban kedua saudara perempuannya itu.

“Karena sementara kami dari keluarga masih fokus pengobatan kedua korban,” terangnya.

Juisnan juga mengaku, pasca operasi korban Nince Nanlesyy yang terkena tembak di bagian lutut terus berteriak kesakitan.

“Korban masih merasa kesakitan di bagian luka tembak. Kata dokter tulangnya retak,” tutur Juisnan. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut