Pemdes dan Masyarakat Tuada Gotong Royong Bangun Lapangan Sepak Bola

  • Bagikan
Pjs Kades Tuada, Darmin Hamisi bersama masyarakat Gotong Royong membangun Lapangan Sepak Bola Stadion Po'en 19 14 (Foto: Surahman/KabarMalut)

JAILOLO – Pemerintah Desa (Pemdes) dan masyarakat Tuada, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), bergotong royong membangun Lapangn Sepak Bola Stadion Po’en 1914 dengan volume panjang 80 meter dan lebar 60 meter. Pembanguan lapangan secara gotong royong dengan memanfaatkan program Padat Karya Tunai (PKT) yang bersumber dari Dana Desa (DD).

“Saat ini budaya semangat gotong- royong mulai terkikis dengan zaman, dengan adanya program (PKT) nampak kebersamaan dan kerjasama antar warga tumbuh kembali,” ucap Pjs Kades Tuada, Darmin Hamisi kepada KabarMalut, Selasa (2/4/19).

Keterlibatan waga untuk bersama-sama melakukan gotong-royong dimaksud agar warga merasa memiliki lapangan yang sementara dibangun ini. Tidak hanya itu, keseriusan dalam bekerja juga patut diutamakan, sehingga menghasilakan kualitas yang baik dan dipakai dalam jangka waktu yang lama.

“Adanya program PKT warga tergerak kembali untuk menjaga tradisi gotong royong agar kebersamaan antar warga terjaga utuh sampai anak dan cucu-cucu kita, sebagai generasinya hidup rukun, ini salah satu yang diajarkan nenek moyang kita yang harus diamalkan dalam bermasyarakat,” akunya.

Darmin mengaku, pembuatan lapangan sepak bola diajukan warga pada tahun 2017 direalisasi pekerjaanya mulai 2018 sesuai RKPDes dan RPJMDes. Program ini dibahas bersama dalam pengajuan pada Musdes dan disepakati pada Musrenbang Desa, dan hasil menjadi skala prioritas.

“Kami Pemdes akan betul-betul tuntaskan semuanya program 2018, sehingga 2019 di tahun ini tidak ada lagi yang tersisa sehingga kita fokus hal baru lagi,” tutur Darmin sapaanya.

Meski pekerjaan secara gotong royong, Pemdes juga membayar upah para pekerja sebesar Rp 75 ribu per hari untuk 100 orang. Kebijakan ini disepakati bersama Pemdes dan masyarakat Tuada sebelum proses pekerjaan dimulai.

“Alhamdullilah masyarakat berbondong-bondong untuk bekerja, walaupun upah tak seberapa besar, tapi niat dan antusias mereka telah menunjukan semangat untuk membangun melalui gotong royong,” pungkasnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut