Gempa Magnitudo 7,2 Menyebabkan Tanah di Enam Kecamatan Retak

  • Bagikan
Retak akibat Gempa Bumi M 7,2 Halmahera Selatan (Foto: Istimewa)

LABUHA – Gempa bumi Magnitudo (M) 7,2 menyebabkan tanah pada enam kecamatan di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara mengalami keretakan. Retaknya tanah ini terjadi di enam Kecamatan Gane Barat, Gane Barat Selatan, Gane Timur Selatan, Gane Timur, Kepulaun Joronga dan satu  Desa di Kecamatan Gane Barat Utara yakni Desa Dolik.

Kondisi tanah dampak gempa bumi di setiap desa retak, rumah warga hampir seluruhnya roboh. Data sementara, rumah warga di tiga Desa yakni Gane Dalam, Desa Pasipalel dan Desa Tawa Kecamatan Gane Barat Selatan terdapat 587 unit rumah yang rusak berat.

“Itu baru tiga desa di Kecamatan Gane Barat Selatan, belum di desa yang lain dan di Kecamatan Kepulauan Joronga dan Gane Timur Selatan. Tanah di wilayah dampak gempa semuanya retak dari wilayah Gane Timur Selatan, Gane Barat Selatan, Kepulauan Joronga dan Kecamatan Gane Barat serta satu desa di Kecamatan Gane Barat Utara Desa Dolik,” ungkap salah satu Tim Terpadu Safri Noh, Selasa (16/7/2019).

Selain tanah retak dan rumah warga roboh, sejumlah tambatan perahu dan dermaga juga ikut roboh. Di Desa Gane Dalam 1 dermaga dan 1 unit tembatan perahu roboh,  di Desa Jububu 1 unit, Desa Awis 1 unit, Desa Tawa 1 unit dan Desa Pasipalele 1 unit dan 1 unit dermaga.

“Semua jembatan itu tenggelam ke dalam laut. Bahkan di Desa Pasipalele muncul lumpur di pemukiman warga,” ujar Safri.

Gempa Bumi M 7,2 juga ikut morobohkan tambatan Perahu (Foto: Istimewa)

Sementara Informasi yang dihimpun menyebutkan, tanah retak dan rumah rusak juga di Desa Taba Masa Kecamatan Gane Barat terdapat 79 unit rumah dan di Desa Lemo-Lemo 70 unit rumah rusak parah. Sedangkan di Desa Bisiu Kecamatan Gane Timur Tengah 30 unit rumah rusak parah, dua jembatan penghubung dalam desa rusak parah.

Sementara seluruh warga masih mengungsi di daerah ketinggian dan sebagian belum mendapat bantuan dari pemerintah.

Terpisah, Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Labuha, Daryono mengatakan gempa yang terjadi di Halsel lantaran dipicu oleh sesar Sorong-Bacan. Menurut Daryono dalam gempa itu berpotensi merusak sebagaimana Peta guncangan (Shake Map).

“Ini juga tercermin dalam peta guncangan, ada warna kuning dan kecoklatan, tampak zona gempa mencapai skala intensitas VII – VIII,” ungkap Daryono.

Untuk diketahui sementara pihak Pemerintah Kabupaten Halsel masih melakukan distribusi logistik berupa kebutuhan makanan siap saji dan air minum di daerah terkena dampak gempa bumi. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut