Belum Lengkap, Berkas Kades Bajo Dikembalikan ke Penyidik

  • Bagikan
Kasi Pidum Kejari Halmahera Selatan, Rizky Septian (Foto: Bud/KabarMalut)

LABUHA – Berkas perkara dugaan pemalsuan ijazah dengan tersangka Kepala Desa (Kades) Bajo Kecamatan Kayoa, Ade Hi Yusuf yang dikirim penyidik Polres Halmahera Selatan (Halsel) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Halsel dikembalikan jaksa peneliti karena dinilai belum lengkap.

“Berkas perkara tersangka Kades Bajo Kayoa sudah kami kembalikan ke penyidik Polres Halsel untuk dilengkapi,” kata Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Halsel, M Rizky Septa Kurbiadhi kepada wartawan, Kamis (15/8/2019).

Sambung, Rizky dari hasil penelitian berkas terdapat banyak kekurangan pada BAP  berupa keterangan saksi hingga keterpenuhan unsur yang belum memenuhi.

“Didalam BAP disebutkan bahwa tersangka Ade Yusuf disangkakan memalsukan ijazah. Padahal fakta dilapangan bersangkutan hanya menerima tidak mengetahui palsu atau tidak ijazah itu,” sebut Rizky.

Dalam Undang Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) lanjut Rizky, mengatur pihak yang mencetak ijazah bukan penerima. Oleh karena itu pihak yang mengeluarkan ijazah tersebut harus bertanggungjawab.

“Kasus ini sedikit rumit karena tahun ijazah sudah lama kurang lebih 50 tahun, bahkan yang mengeluarkan juga sudah meninggal, pertanyaanya siapa yang bertanggungjawab, ini sulit dibuktikan,” cetus Rizky.

Menurut Rizky,  ada tambahan keterangan saksi terutama pihak yang bertanggungjawab. Selama penyidik Polres Halsel tidak mampuh membuktikan maka kasus ini sulit untuk dilanjutkan ke persidangan.

Deketahui tersangka Ade Yusuf dilaporkan masyarakat karena diduga mengunakan ijazah palsu saat mencalonkan diri sebagai Calon Kepala Desa (Cakades) Bajo tahun 2018 lalu. Ade Hi Yusup awalnya tidak memiliki ijazah SMP, namun pada saat mendaftar dirinya sudah mengantongi ijazah tersebut. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut