Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Polda Malut Gelar Operasi Bina Waspada

  • Whatsapp
Kabid Humas Polda Maluku Utara, AKBP Hendry Badar didampingi Kaur Mitra Bidang Humas, IPTU Eksan Umanailo dalam Konferensi Pers (Foto: Yasim/KabarMalut)

TERNATE – Mengantisipasi terjadinya gangguan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Maluku Utara (Malut).  Polda Malut menggelar Operasi Bina Waspada II Kieraha 2019, terhadap penyebaran organisasi atau paham radikal, aliran sesat berbau SARA serta anti ideologi Pancasila.

Kabid Humas Polda Malut, AKBP Hendry Badar mengatakan operasi melibatkan 220 personil yang  berlangsung selema 15 hari,  terhitung 21 Agustus sampai 04 Sepetember ini mengedepankan tindakan preemtif. Tujuannya agar terpelihara situasi Kamtibmas secara aman dan kondusif dengan tindakan berupa pencegahanan dan penangkalan setiap organisasi yang berpaham radikal.

Muat Lebih

“Selain itu meningkatkan kewaspadaan serta kepekaan masyarakat terkait pengaruh penyebaran organisasi aliran sesat dan anti ideologi Pancasila yang mengarah kepada konflik sosial dan isu SARA yang berpotensi menimbulkan kerawanan Kamtibmas,”  Hendry didampingi Kaur Mitra Bidang Humas, IPTU Eksan Umanailo dalam Konferensi Pers, Senin (19/8/2019).

Operasi dalam bentuk pemeliharaan Kamtibmas ini mengedepankan Polisi berseragam yang diarahkan pada potensi gangguan dan ambang gangguan agar tidak menjadi gangguan nyata.

“Adapun mengedepankan kegiatan pre-emtif  berupa pemasangan spanduk, baliho dan berbagi alat peraga lainnya yang berisikan himbauan kepada masyarakat secara umum untuk ikut serta mewaspadai organisasi atau paham radikal,” jelasnya.

Tim operasi juga akan melaksanakan kegiatan silaturahmi dan tatap muka dengan para tokoh guna membangun kerjasama terwujudnya Kamtibmas tetap kondusif. Selain itu, mengintensifkan kegiatan sambang dengan mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas guna mengajak warga masyarakat untuk mewaspadai bentuk-bentuk kegiatan keagamaan yang sifatnya tertutup yang dapat menimbulkan keresahan masyarakat.

“Sasaran dari operasi adalah setiap orang, kelompok atau komunitas yang dicurigai. Kelompok atau perorangan yang terindikasi menjadi simpatisan, pengikut dan atau telah terpapar paham radikal, aliran sesat dan anti ideologi Pancasila berdasarkan perkiraan khusus intelijen Polda Malut,” pungkasnya. (Ajo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *