Montir Bengkel dan Tiga IRT Diciduk BNNP Malut

  • Bagikan
Montir bengkel dan tiga IRT yang diciduk BNNP Maluku Utara (Foto: Yasim/KabarMalut)

TERNATE – Seorang montir bengkel bersama tiga Ibu Rumah Tangga (IRT) yang diduga terlibat dalam kasus penyalahgunaan narkoba, diciduk petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku Utara (Malut).  Keempat tersangka masing-masing Muhammad Amroni alias Roni (32) dan tiga IRT yakni Alim alias Hajra (35), Suryani Kusaib alias Ju (32) dan Rustiwi M Domu (41) serta.

Penyidik BNNP Malut, AKP I Dewa Nyoman mengatakan penangkapan keempat tersangka bermula tim pemberantasan BNNP Malut mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada penyalahgunaan narkotika jenis sabu di beberapa kelurahan.

“Setelah mendapat informasi tim langsung melakukan penyelidikan dan menangkap Roni seorang montir bengkel sepeda motor yang beralamat di Kelurahan Kampung Pisang Kecamatan Ternate Tengah,” kata Nyoman dalam konferensi pers, Selasa (3/9/2019).

Dewa mengaku Roni yang diketahui merupakan warga Kelurahan Marikurubu diamankan pada Selasa (27/8) lali, dengan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 0,80 gram serta satu buah handphone merek OPPO berwarna hitam yang digunakan tersangka untuk memesan barang haram tersebut.

“Petugas BNNP mulai menginterogasi kepada Roni dan mengetahui yang bersangkutan menerima narkotika dari tersangka Ju warga Kelurahan Salero Kecamatan Ternate Utara, Ju pun ditangkap petugas dengan barang bukti  sabu seberat 0,18 gram,” ujarnya.

Pada hari yang sama, lanjut Dewa, petugas BNNP juga melakukan penangkapan kepada Hajra warga Kelurahan Tobobo, Kecamatan Malifut Kabupaten Halmehara Utara (Halut). Dari keterangan kedua tersangka tersebut petugas BNNP menindak lanjuti dari mana mereka mendapatkan sabu, namun diketahui sabu tersebut dari seorang perempuan bernama Rustiwi warga Kelurahan Gamalama Kecematan Ternate Tengah, Kota Ternate.

“Petugas menemukan barang bukti jenis sabu sebanyak tiga sachet seberat 2,88 gram, dari hasil penyelidikan petugas bahwa Rustiwi diduga mendapat sabu dari Makassar yang kini masih dalam pengembangan penyidikan oleh petugas BNNP,” tuturnya.

Para tersangka dijerat dengan pasal berbeda sesuai peran mereka masing-masing yakni tersangka Roni dan Hajra dijerat dengan pasal 112 ayat 1 pasal 271 ayat 1 huruf A Undangan-Undangan (UU) nomor 35 tahun 2019 tentang Narkotika dengan dugaan membeli menerima, menyimpan, memiliki dan mengunakan bagi diri sendiri narkotika golongan satu jenis sabu.

Sedangkan tersangka Ju dan Rustiwi dikenakan pasal 114 UU nomor 35 tahun 2019 tentang Narkotika, Pengedar, menjual dan menawarkan narkotika golongan satu dengan ancaman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara serta denda senilai Rp 1 miliar dan maksimal 10 milyar.

“Keempat tersangka dan barang bukti kini diamankan di kantor BNNP Malut untuk diproses lebih lanjut,” pungkasnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut