Wisata Pulau Plun Tak Terurus, Sejumlah Aset Raib

  • Whatsapp
Wisata Pulau Plun di Kabupaten Halmahera Timur (Foto: Hasrun/KabarMalut)

MABA – Dinas Pariwisata Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), tampak tidak punya kepedulian terhadap tempat wisata Plun yang berlokasi di Kecamatan Maba Selatan. Alhasil, sejumlah fasilitas yang dibangun Pemkab Haltim melalui kucuran dana dari pusat maupun APBD tersebut raib begitu saja alias dicuri orang tak dikenal.

Berdasarkan amatan wartawan media ini, sejumlah aset fasilitas pendukung bagi wisata andalan milik masyarakat Haltim yang dinyatakan hilang tersebut berupa mesin, sprimbet, kabel listrik serta lampu yang dipasang pada setiap kotes maupun gazebo.

Muat Lebih

Sekretaris Ampera Haltim, Muhibu Mandar mengatakan wajar jika aset wisata milik Pulau Plun itu hilang karena sudah lama tidak ada penjaganya, sehingga masyarakat dengan mudah datang membawa pulang fasilitas wisata.

“Sebelum itu ada penjaganya tapi karena tidak digaji lagi oleh Dinas Pariwisata sehingga yang bersangkutan memilih berhenti,” ungkapnya.

Fasilitas wisata di Pulau Plun yang tidak terurus (Foto: Hasrul/KabarMalut)

 

Dikatakannya, Tempat wisata di Pulau Plun ini sempat terkenal saat pergelaran mancing mania di tahun 2017 lalu oleh Dinas Kelautan dan Perikanan. Namun Dinas Pariwisata sebagai instansi terkait tidak melakukan pemeliharaan sehingga selain hilang juga nyaris rusak.

“Ada beberapa kotes dan gazebo yang dibangun kini tak terurus dan ini akan rusak begitu saja. Kami minta Bupati dan Komisi III DPRD memanggil instansi terkait untuk dimintai pertanggungjawaban karena ini merugikan keuangan daerah,” ucapnya.

Sementara itu, Kadispar Haltim Hardi Musa saat dikonfirmasi melalui Kasubag Informasi dan Komunikasi Setda Haltim Alamsyah Siawa mengatakan terkait kehilangan aset wisata di pulau Plun itu benar adanya. Karena itu, pihaknya sudah melaporkan ke Polisi dan kini sedang dilakukan penyelidikan.

Ditegaskan  untuk sementara waktu dirinya selaku Kadispar belum bersedia berbicara di media sebelum pihak kepolisian menyatakan final penyelidikan atas hilangnya aset wisata tersebut.

“Saya minta maaf belum bisa jelaskan lebih jauh,” ucapnya. (Ajo)

Pos terkait