Kades Ngofakiaha Serang Warga Dengan Parang

  • Whatsapp
Warga datangi rumah Kades Ngofakiaha, Fahri Yamin (Foto: Istimewa)

TOBELO – Kepala Desa (Kades) Ngofakiaha Kecamatan Malifut, Fahri Yamin menyerang warganya dengan menggunakan senjata tajam berupa parang. Tindakan tak terpuji yang dilakukan Ketua Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Halmahera Utara (Halut) ini, karena kesal terhadap warga yang mendatangi rumahnya.

Salah satu warga Desa Ngofakiaha, Isra Abdul Latif menjelaskan berawal dirinya bersama warga Ngofakiaha mendatangi rumah Kades Fahri Yamin, untuk melakukan penyitaan sepeda motor  milik Fahri, hal ini berdasarkan dengan isi surat perjanjian. Ketika warga tiba di rumah Kades sekitar pukul 22:0 WIT, terjadilah adu mulut. Lewat kejadian tersebut, tiba- tiba Kades ke dapur dan mengambil parang dan mengejar warganya.

Muat Lebih

“Ketika kami datangi rumah pak Kades untuk menyita motor, tapi tiba-tiba Kades ke dapur dan mengambil parang dan mengejar kami,” kata Isra Kepada Kabar Malut, Kamis (3/10/2019).

Isra mengaku, hal ini diterjadi karena pihak Polsek Malifut membebaskan motor Kades Ngofakiaha yang dititipkan di Polsek sesuai kesepakatan bersama antara warga dan Kades yang dibuat di Polsek Malifut tanpa melakukan mediasi.

“Kesepakatan yang dibuat di Polsek Malifut antara warga dan Kades yaitu motor Kades ditahan sampai Kades bisa melunasi sisa uang Comdev ke warga yang belum menerima haknya, tapi yang terjadi Kades belum melunasi namun dia (Kades) telah mengambil motornya,” ujarnya.

Ia menambahkan lewat kejadian tersebut, warga Ngofakiaha mengkonfirmasi dengan pihak Polsek Malifut namun pihak Polsek Malifut seakan-akan buka tangan soal laporan warga. Padahal, dalam kesepakatan bersama, motor milik Kades tidak bisa dikembalikan sampai hak-hak masyarakat bisa tersalurkan semua.

“Kami mau motor milik pak Kades tidak bisa diberikan, sampai hak-hak masyarakat bisa tersalurkan, hanya saja pihak Polsek Malifut buka tangan,” tuturnya.

Lanjut ia, juga mengatakan yang anehnya lagi pihak Polsek yaitu Kanit Reskrim Polsek Malifut mengaku tidak tahu soal kesepakatan yang dibuat di Polsek dan mengarahkan warga bahwa isi perjanjian tidak memiliki kekuatan hukum untuk menahan motor milik Kades di Polsek, tapi hanya memiliki kekuatan penyitaan yang ditahan oleh warga.

Sementara itu, Kades Ngofakiaha Fahri Yamin saat dikonfirmasi, ia mengelak kalau dirinya tidak mengancam warga dengan memakai parang karena itu sudah hal biasa. Selain itu, ia memintah agar tidak perlu dipublikasikan soal Kades ancam dengan parang kepada warga.

“Tidak ada, itu hanya masalah biasa sudah, karena ada masyarakat mengeluarkan bahasa yang tidak enak, dan tidak usah muat sudah soal Kades ancam pakai parang di warga,” singkatnya Fahri. (Ajo)

Pos terkait