Maju pada Pilkada Halsel, Asnawi Lagalante Optimis Capai 15.725 KTP

  • Whatsapp
Calon Bupati Halmahera Selatan melalui jalur persorangan, Asnawi Lagalante (Foto: Dahbudin/KabarMalut)

LABUHA –  Asnawi Lagalante semkain optimis maju bertarung sebagai calon Bupati Halmahera Selatan (Halsel) melalui jalur perseorangan atau independen pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020 mendatang. Rasa optimis ini muncul karena saat ini tim pemenangnya telah berhasil mengumpulkan syarat dukungan dari masyarakat berupa KTP sebanyak 10.000 KTP, 8.370 KTP diantaranya sudah diverifikasi.

“Kita saat ini sudah jalan untuk mengumpulkan KTP yang kita kantongi saat ini dan sementara verifikasi.” kata Asnawi ketika ditemui di gedung DPRD Halsel, Rabu (16/10/2019).

Muat Lebih

Meski syarat dukungan diwajibkan sebanyak 15.725 KTP, mantan politis PKS ini menargetkan harus mengumpulkan 25.000 KTP dengan ketentuan 50 persen plus satu. Sedangkan kecamatan yang menjadi  target untuk dilakukan pengumpul KTP sebanyak 20 kecamatan dari 30 kecamatan yang ada di Halsel.

“Kita targetkan sebagai pendaftar pertama nanti. Di Desember itu ketika dibuka pendaftaran langsung kita daftar,” cetusnya.

Sementara untuk calon wakil Bupati, Asnawi mengaku telah melakukan penjajakan dengan Husen Said. Bahkan keduanya telah berkomitmen maju sebagai bakal calon Bupati dan Wakil Bupati melalui jalur perseorangan.

“Untuk saat ini penjajakan kita sudah komitmen untuk berpasangan,” ujarnya.

Terpisah, Ketua KPU Halsel Darmin Hi Hasim menjelaskan tahapan penyerahan syarat dukungan pasang calon perseorangan dimulai pada tanggal 11 Desember 2019-5 Maret 2020. Setelah itu, dilakukan penelitian jumlah minimal dukungan pada tanggal 11 Desember 2019-14 maret 2020.

“Terus kami penelitian lagi dokumen dukungan dengan dokumen identitas 15 Maret sampai 18 Maret 2020,” kata Darmin.

Selanjutnya kata Darmin, KPU melakukan analisis dukungan ganda dan pengecekan data kependudukan dalam DPT pada tanggal 29 Maret-11 April 2020. Di tanggal 12-13 Apri penyampaian hasil penelitian administrasi. Setelah itu penyerahan perbaikan dokumen dimulai tanggal 27-29 April 2020.

“Terus penelitian  jumlah minimal dukungan perbaikan itu 27 April, penelitian perbaikan  dokumen pendukung itu 4 sampai 10 Mei,” jelasnya.

Selanjutnya,  penelitian faktual di tingkat desa pada 19 Mei sampai 8 Juni. Kemudian dilakukan rekapitulasi di tingkat kecamatan tanggal 9 sampai 11 Juni, rekapitulais tingkat kabupaten tanggal 12 Juni sampai 14 Juni.

“Jadi setelah kami rekapitulasi mereka memenuhi syarat maka ditanggal 16 sampai 18 kami pengunguman, terus mereka mendaftar di tanggal itu. Kalau mereka  memenuhi syarat, kalau tidak aka gugur,” pungkas Darmin. (Ajo)

Pos terkait