Pemkab Halsel Siapkan Empat Pos Anggaran Cegah Virus Covid-19

  • Bagikan
Juru Bicara Satgas Gugus Penanggulangan Covid-19 Halmahera Selatan, Helmi Surya Botutihe (Dahbudin/KabarMalut )

LABUHA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Selatan (Halsel), telah menyiapkan empat pos anggaran untuk penanggulangan bencana virus Covid-19 atau corona.  Empat pos anggaran ini meliputi Dana Alokasi Khusus (DAK) Kesehatan, Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Bagi Hasil (DBH) dan Dana Tidak Terduga (DTT).

Juru Bicara Satgas Gugus Penanggulangan Virus Covid-19 Halsel, Helmi Surya Botutihe berujar pemerintah pusat memberikan keleluasaan wewenang kepada pemerintah daerah untuk melakukan pergeseran anggaran. Pergeseran itu bisa saja dari anggaran DAK kesehatan, DAU, DBH dan bisa juga dari Dana Tidak Terduga (DTT).

“Ini pertama penanggulangan kondisi darurat kita,” kata Helmi kepada KabarMalut, Rabu (25/3/2020).

Helmi menambahkan, untuk melakukan pergeseran anggaran DAK Kesehatan dan DAU, Pemkab Halsel harus melakukan identifikasi seperti menghitung semua kebutuhan dan nilai anggaran yang akan digeser. Setelah melakukan identifikasi kebutuhan dalam waktu beberapa hari kemudian dilakukan pergeseran anggaran. Namun, dalam kondisi mendesak seperti penyemprotan desinfektan, sosialisasi dan pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis menggunakan dana DTT.

“Perkiraan kita kebutuhan kita itu sekitar Rp 3 miliar. Tetapi nanti kita akan lihat kalau memang kebutuhan bisa lebih dari itu, kita akan akomodir juga dengan melakukan pergeseran anggaran yang ada sekarang ini,” sebut Helmi.

Menurut Helmi, kebutuhan anggaran penanggulangan bencana ini fleksibel. Jika memang kebutuhannya jelas apapun akan dilakukan.

“Dana sebesar apapun kita siapkan dalam rangka menanggulangi wabah Covid-19,” cetusnya.

Helmi mangaku, sudah ada usulan untuk menambah ruang isolasi. Ruang isolasi itu dirancang dari anggaran DAK Kesehatan dan dalam waktu dekat dilakukan pergeseran termasuk menambah fasilitas ruang isolasi di RSUD Labuha.

“Bahkan kita pikirkan juga misalnya butuh isolasi, kita bisa menggunakan gedung lain misalnya rusunawa. Itu alternatif,” tutup Helmi.  (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut