279 Pedagang Pasar Gotalamo II Bakal Terima Insentif dari Pemda

  • Whatsapp
Kepala Pasar Rakyat Gotalamo II, Sakir Sandri (Fizri/KabarMalut)

DARUBA – Sebanyak 279 pedagang yang terdiri dari 26 pedagang pakaian, 24 pedagang Sembako, 97 pedagang ikan, 77 pedagang Barito, 8 pedagang gorengan, 32 pedagang kue, 10 pedagang makanan dan 5 pedagang sayur masak di Pasar Rakyat Gotalamo II, bakal mendapat insentif dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara.

Kepala Pasar Rakyat Gotalamo II, Sakir Sandri mengatakan pembayaran insentif kepda 279 pedagang ini direncanakan dilakukan secara bertahap.

Bacaan Lainnya

“Untuk tahap pertama yang akan dibayar sehari dua ini yaitu pedagang Barito, setelah itu pedagang ikan, berikut baru yang lain lagi, jadi dia bertahap,” ungkap Sakir saat ditemui di kantornya, Senin (6/7/2020).

Insentif ini, menurut Sakir, akan dibayar secara bertahap selama tiga bulan yakni Juli – September 2020.

“Jadi berdasarkan SK Bupati pedagang Barito, gorengan, kue, makanan dan sayur masak itu Rp 1 juta per bulan, Pedagang ikan Rp 2 juta, pedagang Sembako Rp 3 juta. Akan tetapi dari data 279 pedagang penerima insentif tersebut, akan dievaluasi ulang oleh pengelolah pasar,” jelasnya.

Menurutnya ada pedagang bayangan yang namanya terdaftar dalam penerima insentif tapi tidak pernah berdagang di pasar. Justeru lapak yang sudah dibuka diserahkan ke orang lain. Jika ditemukan seperti itu, maka namanya akan dihapus dari daftar penerima insentif

“Kita setiap hari pantau makanya kita tahu. Kaya Barito kenapa lambat, bukan karena ada tempat yang tidak terisi, tapi ada tempat diberikan kepada orang lain tanpa sepengetahuan kita, begitu juga ikan kenapa terlambat ya itu tadi, mereka masuk abis keluar sehingga kita data tidak normal. Yang jelas dia (pedagang) kasih orang lain maka dicopot dan insentif tidak diberikan,” tegasnya.

Selain itu, pedagang yang membuang sampah atau limbah sembarangan juga tidak akan diberikan insentif.

“Kita juga teliti kalau buang sampah sembarangan juga tidak dapat, sehingga mereka bisa tertib. Kalau ikan itu ada unsur kesengajaan, misalnya angsan ikan dibuang sembarangan tak dibuang ditempat sampah itu juga tidak patut untuk dikasih intensif, kan kita mau tertib,” pungkasnya. (*)

Pos terkait