Tak Terima Dituding Diskriminasi Guru, Kepsek MA Nurul Huda Bakal Polisikan FAMA

  • Bagikan
Kepala Sekolah Madrasah Aliyah Nurul Huda Gotalamo, Nurhayat Bayan (Istimewa)

DARUBA – Tidak terima dituding telah melakukan diskriminasi terhadap sejumlah guru honorer di Sekolah Madrasyah Aliyah (MA) Nurul Huda Gotalamo, yang dilakukanForum Alumni Madrasyah Aliyah (FAMA) pada melalui aksi unjuk rasa Rabu (26/8). Kepsek MA Nurul Huda Gotalamo, Nurhayat Bayan merencanakan bakal mempolisikan oknum otak dibalik aksi yang mengatas namakan FAMA.

Nurhayat mengaku aksi tersebut telah mencemarkan nama baik dirinya, sehingga akan membawa kasus masalah ini ke ranah hukum. Nurhayat juga membantah telah melakukan diskriminasi ke 8 guru yang disuarakan FAMA dan yang telah dipublikasikan lewat pemberitaan media.

“Saya tidak pernah diskriminasi mereka dan pecat mereka. Tapi, mereka mengatasnamakan saya yang pecat dan lainnya, maka keputusan itu tidak bisa lagi. Karena ini internal madrasyah kami dan internal punya urusan, tapi bagimana alumni bisa tahu, siapa sebenarnya dia punya otak dan siapa dibalik layar itu, dan pada akhirnya hasil aksi kemarin itu mereka sebut bahwa hasil madrasyah ini mereka punya kelelahan. Jadi, apa yang disuarakan itu tidak benar, karena yang sebenarnya 8 orang guru itu aman-aman, hanya saja mereka belum disuru untuk mengajar,” kata Nurhayat kepada wartawan, Kamis (27/8/2020).

Nurhayat bahkan mempertanyakan siapa yang berperan dibalik aksi tersebut, dimana telah mengatasnamakan Alumni. Padahal kata Nurhayat, sebenarnya alumni tersebut belum pernah dibentuk.

“Saya sudah tanya ke beberapa guru dan mereka mengatakan bahwa waktu itu memang pernah lakukan reuni tapi belum dibentuk, dan bagimana sampai di internal madrasyah juga mereka tahu, dan yang anehnya lagi anak-anak yang baru lulusan kemarin bisa mengetahui sejarah madrasyah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Nurhayat mengaku saat ini dari pihak kantor sedang mencari tahu dulu terhadap kedelapan guru, soal apa alasannya sehingga melakuan aksi.

“Karena ini adalah hal internal, dan kalau yang pegawai negeri itu saya tidak punya hak untuk memecat, hanya saja yang honor itu saya tidak kasih jam mengajar dulu. Tapi karena ini sudah pencemaran nama baik saya, sehingga untuk saya kasih masuk kembali ke sekolah itu sudah tidak lagi, dan untuk alumni ini kita harus tuntut balik mereka siapa sebenarnya dibalik yang seting aksi ini,” pungkasnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut