Penarikan Retribusi Parkir di Ternate Berindikasi Pungli

  • Bagikan
Penagihan retribusi parkir pada jalan masuk belakan Jatiland Mall Ternate (Idotimur.com)

TERNATE -Penarikan retribusi parkir yang dilakukan petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ternate, Maluku Utara, mendapat sorotan. Bahkan penarikan retribusi hingga malam hari itu dinilai berindikasi pungutan liar (Pungli).

Praktisi Hukum Maluku Utara, Muhammad Konoras menuturkan indikasi pungli terjadi pada penarikan retribusi di jalan menuju belakang Jatiland Mall, Kelurahan Gamalama, Kota Ternate. Pada rute tersebut penarikan retribusi berlangsung hingga larut malam, tentu hal tidak sesuai dengan aturan yang berlaku, dimana pendapatan daerah termasuk retribusi parkir harusnya disetor ke kas daerah terhitung 1×24 jam atau tidak bisa mengendap di luar kas daerah.

“Nah sekarang pertanyaan, kalau tagih malam, uang retribusi itu pasti dititip di rumah, itu kan menurut undang-undang tidak bisa, harusnya hari itu harus disetor ke kas daerah,” ungkap Konoras kepada wartawan, Senin (16/8/2021).

Penarikan retribusi juga telah mengabaikan asas pelayanan terhadap pengguna jasa parkir. Dimana, tidak ada lahan parkir yang tersedia serta menggunakan bahu jalan dan tidak mendapat penataan parkir dari petugas.

“Kami yang telah membayar retribusi merasa tidak nyaman dan tidak aman. Apalagi malam minggu, itu parkir yang tidak ditata menyebabkan macet,” tegasnya.

Ketua Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Kota Ternate ini meminta Wali Kota Ternate, M Tauhid Soleman agar menangguhkan sementara aktivitas penagihan retribusi tersebut sebelum adanya penertiban. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut