5 Tahun Mangkrak, Kejari Ternate Mulai Soroti Menara Masjid Raya Al-Munawwar

  • Bagikan
Dua Menara Masjid Raya Al-Munawwar yang mangkrak (Yasim/KabarMalut)

TERNATE – Proyek pembangunan dua menara Masjid Raya Al-Munawwar Ternate, Maluku Utara, pekerjaanya mangkrak selama 5 tahun lamanya. Kejaksaan Negri (Kejari) Ternate pun mulai menyoroti proyek yang menghabiskan anggaran miliaran rupiah ini.

Kasi Intel Kejari Ternate, Abdullah mengaku dalam waktu dekat tim penyelidik dari Kejari bakal turun ke lapangan untuk mengecek pembagunan dua menara tersebut.

“Setelah kami cek di lapangan, kami langsung lidik proyek tersebut,” kata Abdullah kepada KabarMalut, Selasa (26/10/2021).

Abdullah menambahkan tujuan tim penyelidik mengecek proyek pembangunan menara masjid Al-Munawwar ini untuk mecari tahu orang-orang yang harus bertangung jawab di hadapan hukum.

“Kita akan cek menara masjid, mencari tahu orang-orang yang bertangung jawab,” pungkasnya.

Untuk diketahui, proyek pembangunan dua menara Masjid Al Munawwar dianggarkan di APBD 2016 sebesar Rp 3.875.000.000 pada Dinas PUPR Maluku Utara. Tender proyek ini dimenangkan PT Mitra Indah Pratama atas penawaran senilai Rp 3.564.564.000.

Pada APBD tahun 2017, proyek ini pun kembali dianggarkan pada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Maluku Utara sebesar Rp 1.844.932.000. Untuk dana di tahun 2017 ini untuk pekerjaan pemancangan tiang pondasi menara, yang tendernya dimenangkan oleh PT Indonesia Permai. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut