Dirjen Perhubungan Laut Resmikan Pelabuhan Mutui

  • Bagikan
Peresmian pelabuhan mutui ditandai dengan penekanan tombol sirine dan pendatanganan prasasti oleh Dirjen Perhubungan Laut Agus H

JAILOLO – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia, melalui Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Laut, Agus H. Pornomo, meresmikan Pelabuhan Mutui, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Maluku Utara, Sabtu (3/2/2018).

Peresmian tersebut, ditandai dengan penekanan tombol sirine dan penandatanganan prasasti oleh Dirjen Perhubungan Laut Agus H. Pornomo dan Bupati Halmahera Barat, Danny Missy. Serta didampingi Wakil Bupati Halbar, Ahmad Zakir Mando, Kepala UPP Jailolo Rahkan Soamole, dan Sejumlah pimpinan SKPD lingkup Pemkab Halbar.

Setelah melakukan peresmian pelabuhan, rombongan kemudian bergegas menuju pelabuhan Jailolo, dengan jarak tempuh 16 kilometer. Dirjen bersama Bupati meninjauan fasilitas pendukung pelabuhan, serta mengecek langsung keadaan kapal maupun speed boad yang sedang berlabuh di pelabuhan tersebut.

Dikesempatan itu,  Dirjen Perhubungan Laut Agus H. Pornomo kepada wartawan, mengatakan, pengembangan infrastruktur khususnya Kabupaten Halmahera Barat, telah menunjukan adanya keseriusan pemerintah untuk memprioritaskan semua sektor. Dimana untuk kemajuan pada pertumbuhan ekonomi di daerah agar terlepas dari ketertinggalan.

“Pertumbuhan ekonomi dapat berkembang maka sudah tentu menjamin tumbuhnya pusat – pusat perdagangan dan industri lebih maju pesat,” katanya.

Pelabuhan Mutui yang baru diresmikan

Untuk itu, Agus berharap, keberadaan pelabuhan yang baru saja diresmikan tersebut,  maka tentunya sangat menguntungkan bagi sektor perekonomian di Kabupaten Halbar.

“Kepada masyarakat Halbar agar dapat memanfaatkan fasilitas pelabuhan ini sebagai prasarana transportasi yang memiliki peran penting bagi kelancaran dan pergerakan transportasi masyarakat dan memperlancar proses perekonomian masyarakat setempat,” harapnya.

Sementara itu, Bupati Halbar Danny Missy mengatakan, kahadiran pelabuhan Mutui ini sangat potensial, karena akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi yang akan maju pesat. Sebab, penghasil jagung maupun kopra akan bisa dibawa keluar daerah dan dapat memenuhi kebutuhan nasional.

“Yang lebih penting adalah dapat mendokrak program unggulan daerah baik sektor pertanian,  perikanan, maupun pariwisata,” pungkasnya. (*)

 

Editor: Ong

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut