Polres Halsel Bekuk Komplotan Pencuri Berjilbab

  • Bagikan
Komplotan spesialis pencurian kios sembako dan rumah saat dibekuk petugas. (Foto: Dahbudin Basri)

LABUHA – Polisi Resort Kabupaten Halmahera Selatan meringkus komplotan spesialis pencuri kios sembako dan rumah. Uniknya, kawanan ini saat melakukan aksinya kerap mengenakan jilbab menyerupai wanita, guna mengelabui para korban atau targetnya.

Aksi para pelaku sudah sangat meresahkan warga Kota Bacan dalam beberapa bulan terakhir. Kawanan ini dibekuk saat anggota Buru Sergap (Buser) dan Tim Piket Patmor Sat Sabhara Polres Halsel pada Jumat 16 Februari 2018, sekitar pukul 03.30 Wit melakukan patroli rutin, tepatnya di depan Tugu Ikan Desa Tomori, Kecamatan Bacan.

“Ketiga pelaku ini selalu mencuri barang-barang sembako di beberapa kios-kios yang ada di Desa Amasing Kota Utara, Desa Tomori dan Desa Babang,” ungkap Kapolres Halsel, AKBP Irfan S.P Marpaung dalam rilisnya, Jumat (18/2/2018).

Ketiga pelaku, yakni OG alias MG (21), DT alias D (19), Fn Tak alias Fn (15). Dimana pelaku terakhir masih berstatus pelajar di salah satu sekolah menengah pertama. Sementara satu pelaku lainnya yang saat ini tengah buron yakni, AM alias D (19).

Barang bukti: Alat-alat yang dipergunakan para pelaku saat melakukan aksi pencurian. (Foto: Dahbudin Basri)

Lanjut Kapolres, selain sembako ketiga tersangka juga menggasak barang-barang elektronik berupa laptop dan handphone. Hasil pencurian tersebut kemudian dijual kembali dngan harga yang relatif murah.

“Misalnya, laptop 14 inch dijual dengan harga Rp 250 ribu dan handphone harga Rp 450 ribu,” terangnya.

Dalam aksinya, kata Kapolres, kawanan pelaku pencurian ini sering menggunakan kain yang dibentuk seperti jilbab, dengan maksud untuk mengelabuhi para korban yang menjadi sasaran atau target.

“Sewaktu ditangkap kainnya masih berada di dalam tas. Menurut keterangan tersangka nanti pada saat mau melakukan pencurian baru dipakai,” cetusnya.

Sambungnya, setelah ditangkap kawanan pencuri itu kemudian digiring ke kantor Polres Halsel untuk diinterogasi. Setelah dikembangkan ada anak yang dibawah umur dan satu tersangka lainnya masih dalam pengejaran anggota buser Polres Halsel.

“Anak dibawah umur sebagai saksi yang bersangkutan baru bergabung dengan rekan-rekannya, untuk mau melakukan pencurian tetapi belum sempat mencuri sudah ditangkap,” ujar Kapolres. (ags)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut