Ketua DPRD Kepsul Sebut Izin Perkebunan PT Samalita Hanya Modus

  • Bagikan
Ketua DPRD Kepsul, Saat diwawancarai awak media di Ruang Kerjanya.

SANANA – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Ismail Kharie  angkat bicara soal izin perkebunan PT Samalita di Desa Wailoba Kecamatan Mangoli Tengah.

Ismail mengatakan, izin perkebunan yang dikantongi PT Samalita hanyalah sebuah modus agar dapat mengambil kayu di Kepsul. Penebangan kayu di Desa Wailoba kini sangat memperihatinkan, sebab ratusan pohon telah ditabang dengan alasan untuk lahan perkebunan.

“Namun sampai saat ini, lokasi yang ditabang kayunya tidak sama sekali menjadi lahan perkebunan. Sementara kayu yang ditabang langsung dimuat,” kata Ismail kepada KabarMalut, Senin (26/3/2018).

DPRD  telah memanggil PT Samalita untuk mempertanyakan alasan penebangan kayu, namun PT Samalita sendiri mengaku penebangan berdasarkan kontrak atau MoU dengan Dinas Pertanian Kepsul. DPRD langsung memastikan kebenaran atas MoU tersebut, tetapi tidak dibenarkan oleh Kadis Pertanian.

“Kami sudah memanggil PT Samalita dan mereka sempat mencoba mengelabui kami dengan mengatakan bahwa tindakan mereka berdasarkan MoU PT Samalita dengan Pemda melalui Dinas Pertanian. Namun setelah saya pastikan kebenarannya, ternyata tidak,” terang Ismail.

Ketua DPRD setelah mengecek kebenarannya, ternyata pihak PT. Samalita ini menggunakan Izin Perkebunan sebagai dalil melakukan penambangan kayu di Desa Wailoba.

” Izin perkebunan yang dikantongi PT Samalita hanyalah sebuah modus agar dapat mengambil kayu jadi dinas kehutuhan provinsi diminta segera ambil tindakan,” Tutup Ismai Kharie (Ong).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut