Ratusan Senpi dan Ribuan Munisi Berhasil Diamankan Satgas Yonif RK 732/Banau

  • Bagikan
Salah satu masyarakat menyerahkan Senpi illegal ke anggota Satgas Ops Pamrahwan Yonif RK-732/Banau

TERNATE – Ratusan pucuk senjata api (Senpi) illegal dan ribuan munisi aktif yang dikuasai warga sipil, berhasil diamankan TNI dari Satgas Ops Pamrahwan Yonif RK-732/Banau. Salama kurang lebih tujuh bulan melaksanakan Ops Pamrahwan di wilayah Maluku dan Maluku Utara, TNI berhasil mengumpulkan sejumlah senjata api baik organik maupun rakitan yang berasal dari masyarakat.

Pasi Intel Satgas Yonif RK-732/Banau, Lettu Inf Rizky Arya mengatakan, sampai saat ini tercatat perolehan sementara sebanyak 103 Senpi yang diamankan, terdiri dari senjata standar laras panjang sebanyak 15 pucuk, senjata standar laras pendek 2 pucuk, senjata rakitan laras panjang 51 pucuk, senjata rakitan laras pendek 35 pucuk.

“Selain senjata berbagai muhandak, juga berhasil diperoleh dari masyarakat sekitar Pos Satgas diantaranya bahan peledak 11 buah, magazen 1 buah, serta 1.789 butir munisi baik tajam maupun hampa dari bebagai ukuran caliber,” kata Rizky dalam keterangan yang diterima KabarMalut, Jumat (6/4/2018).

Berbagai senjata dan muhandak yang diperoleh ini, lanjut Rizky, didapat dari masyarakat yang dengan sukarela memberikan senjata ataupun muhandak yang dimilikinya. Anggota Satgas Yonif RK-732/Banau berusaha meyakinkan masyarakat sekitaran masing-masing Pos Satgas dengan berbagai metode pendekatan, mulai dari anjangsana, olahraga bersama, ibadah bersama, karya bakti dan lain sebagainya.

“Dengan memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat serta memberikan pemahaman tentang bahaya serta ancaman hukuman kepemilikan senjata api secara illegal, sehingga masyarakat secara sadar dan sukarela mau memberikan senjata ataupun muhandak yang dimilikinya,” terangnya.

Menurutnya, berbagai senjata dan muhandak yang berhasil diperoleh dari masyarakat ini merupakan hasil kerja keras anggota Satgas Yonif RK-732/Banau di lapangan yang senantiasa berusaha menjalin kedekatan dengan masyarakat sekitar pos. Sehingga masyarakat dengan sukarela menyerahkan senjata dan muhandak yang dimilikinya kepada anggota Satgas Yonif RK-732/Banau.

“Hal ini tentunya merupakan suatu prestasi yang baik mengingat waktu penugasan Satgas Yonif RK-732/Banau yang akan segera berakhir,” pungkasnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut