Tinggal di TPA, Kadinkes Mengaku Balita Gizi Buruk Bukan Warga Marabose

  • Bagikan
Kepala Dinas Kesehatan Halsel, Ahmad Rajak

LABUHA – Malang benar nasib keluarga Idham Taher, setelah anak balitanya Nuraiah yang berusia 3 bulan diagnosa menderita gizi buruk dan infeksi paru sehingga harus mendapat perawatan intensif dokter spesial anak RSUD Labuha. Keluarga Idham  tidak diakui sebagai warga Desa Marabose Kecamatan Bacan Timur, Halmahera Selatan (Halsel).

Kepala Dinas Kesehatan Halsel, Ahmad Rajak mengatakan, keluarga balita penderita gizi buruk tersebut tidak berdomisil di Desa Marabose melainakan di Tempat Pembuangan Terakhir (TPA).

“Tempat balita itu tinggal di TPA disana bukan di Desa Marabose,” ungkap Akhmad saat dikonfirmasi, Selasa (24/4/2018).

Balita Desa Marabose yang alami gizi buruk

Pengakuan Kepala Dinas Kesehatan itu lantaran dirinya takut ditegur oleh Bupati Halsel sehingga mengakui keluarga Idham Taher bukan warga Desa Marabose. Padahal, TPA berada di lingkungan Desa Marabose, yang tak lain merupakan desa kediaman pribadi Bupati Halsel, Bahrain Kasuba.

“Dia, itu tinggal di tempat pembuangan akhir. Kalian tau, di jalan masuk ke dalam sana,” ujarnya.

Balita tersebut sementara dirawat secara intensif di ruang poli anak RSUD Labuha yang juga terletak dibilang Desa Marabose. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut