Kejati Kaji Keterlibatan Pihak Lain Kasus Waterboom

  • Bagikan
Kajati Malut, Ida Bagus Nyoman Wismantanu

TERNATE – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara (Malut), akan mengkaji kembali Putusan Mahkama Agung atas perkara korupsi Waterboom Ternate yang merugikan negara Rp 3,3 miliar. Hal ini dilakukan untuk mencari keterlibatan pihak lain selain tiga tepidana  yakni Dirut PT Nelayan Bakti (PT NB) Jhonny Hari Soetanyo, mantan Sekda Kota Ternate, Isnain Ibrahim serta Kabag Pemerintahan Ade Mustafa.

“Kasus Waterboom sudah ada putusannya, putusan pengadilan berkekuatan hukuman tetap sudah ada. Tinggal sekarang kita mengkaji apakah ada peran dari pihak-pihak lain yang terlibat dalam perkara itu,” ungkap Kajati Malut, Ida Bagus Nyoman Wismantanu kepada wartawan, Kamis (19/7/2018).

Menurutnya, penyidik memerlukan alat bukti sehingga tahapan akan dilakukan sesuai prosedur. Sehingga alat bukti untuk menjerat keterlibatan pihak lain bisa diproses secara hukum pula.

“Kita akan melaksanakan sesuai hukum acara, kalau tidak kami akan di praperadilankan nanti,” kata Ida.

Disentil Kejati akan mencari bukti-bukti terbaru, ataukah memakai bukti yang sudah ada, Ida mengaku perkara yang sudah naik ke pengadilan pastinya bukti-bukti pun sudah ada. Penyidik akan mengkaji setiap kejadian, siapa yang melakukan dan perannya, sehingga terjadinya tindak pidana.

“Untuk semua kasus kami bekerja, jangan dinilai kami tidak bekerja,” tegasnya.

Ida juga menambahkan, siapapun orangnya yang berperan, semua akan ditindak lanjut, dia sebagai apa, apa peranya, semua akan kami kajih.

Sekedar diketahui, dalam perkara Waterboom merugikan keuangan negara sebesar Rp 3,3 miliar tersebut, sebelumnya empat orang telah menjalani putusan Pengadilan Negeri (PN) Ternate masing-masing, DIRUT PT Nelayan Bakti (PT NB) Jhonny Hari Soetanyo divonis 1,6 tahun, Sekda Ternate, Isnain Ibrahim serta Kabag Pemerintahan Ade Mustafa masing-masing divonis 1,8 tahun. Namun keduanya melakukan upaya banding sehingga Pengadilan Tinggi Malut menjatihi vonis lebih berat yakni bertambah menjadi 4 tahun. (rdx)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut