Promosi Wisata, Pemda Morotai dan UGM Gelar Festival Galo-Galo

  • Bagikan
Festival Galo-Galo yang digelar Pemda Pulai Morotai dan mahasiswa UGM Yogjakarta

DARUBA – Guna memajukan pulau-pulau berpotensi yang memiliki keindahan parawisata di Pulau Morotai. Pemerintah Daerah (Pemda) Pulau Morotai kerja sama dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, melakuakan Festival Galo-Galo yang berlasngsung di Pulau Galo-Galo, Kecamatan Morotai Selatan.

Ketua Panitia Festival Galo-Galo, Gita Prasulistiyono mengaku, festival ini merupakan program para mahasiswa dari kampus UGM, untuk bagaimana melihat pulau-pulau yang memiliki berpotensi seperti Galo-Galo dijadikan pusat festival sebagai promosi.

“Tujuan kami untuk membuka potensi wisata Galo-Galo memberikan promosikan serta memberikan parawitasatwan untuk berkunjung ke Desa Galo-Galo serta memberikan wadah kepada masyarakat terkait dengan Festival Pulau Morotai,” ungkap Gita kepada KabarMalut di selah-selah kegiatan, Minggu (5/8/2018).

Lomba Tarian Lalayon yang ditampilkan dalam Festival Galo-Galo

Menurutnya, pada acara festival ini ada beberapa mata lomba yang diikuti sertakan didalamnya dilomba diantaranya lomba dayung, fotografi, kerajinan tangan.

“Ada beberapa tarian yang ditampilkan juga seperti, tarian cakalele, soya-soya, tide-tide dan lalayon,” katanya.

Sementara itu, Bupati Pulau Morotai Benny Laos menjelaskan kegiatan Festival Galo-Galo yang diberlangsung kurang lebih 2 bulan oleh mahasiswa dari UGM ini, hasilnya luar biasa dan sangat membantu Pemda dalam pengembangkan parawisata di Pulau Morotai.

“Kami Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai sementara membangun Dodola sudah 60 persen sebagai pulau parawisata yang ada di Pulau Morotai,” kata Benny.

Tarian daerah yang ditampilkan dalam Festival Galo-Galo

Selaku Pemda Pulau Morotai, lanjut Benny, mengucapkan terima kasih kepada semua warga dan para SKPD yang sudah memberikan support sehingga kegiatan ini selesai sesuai harapan.

“Semoga  Morotai selalu kita cintai dan  menjadi bagian dari 10 Bali baru 2020, Morotai sudah menjadi pusat pariwisata,” pungkasnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut