Bocah 12 Tahun di Halsel Derita Jantung Bocor

  • Bagikan
Andika Putra (12) Bocah yang menderita kebocoran jantung warga Desa Kampung Makian Kecamatan Bacan Selatan Kab. Halsel (Foto: Bud/KabarMalut)

LABUHA – Meski divonis menderita jantung bocor oleh dokter, Andika Putra (12), tetap bersemangat untuk menempuh pendidikannya.

Lahir ditengah-tengah keluarga ekonomi terbatas, anak dari pasangan Udin Basra dan Rusmala Hi Sabtu ini, tetap tegar dan selalu ceria untuk memberikan semangat kepada kedua orang tuanya. Padahal kondisi fisiknya tidak seperti anak pada umumnya.

Anak bungsu dari 5 bersaudara ini tahu dirinya menderita penyakit yang mematikan, namun ia terlihat santai dan tetap semangat untuk menjalani hidupnya. Hal ini terlihat saat wartawan mendatangi kediamanya di Desa Kampung Makian Kecamatan Bacan Selatan, Minggu (2/9/2018)

Ketika dajak berbincang-bincang sejumlah wartawan Andika terlihat santai dan terus menebar senyum tanpa menghiraukan penyakit yang dideritanya saat ini. Sesekali Andika bahkan bercanda dengan kedua orang tuanya dan kakaknya tanpa memikirkan apa yang saat ini dia alami.

“Sejak bayi dia sempat divonis Gizi buruk,  namun nyatanya dia menderita jantung bocor,” tutur Ibu Andika, Rusmala Hi Sabtu.

Akibat penyakit yang diderita anak kelimanya itu Rusmala dan Suaminyan saat ini lebih fokus kesembuhan Andika. Namun upaya pengobatan yang dilakukan terbentur dengan keterbatasan biaya untuk pengobatan (operasi).

“Kata dokter, jika anak saya semakin bergerak maka semakin membesar bocoran jantungnya,” ucap Rusmala mengulangi perkataan dokter.

Meski demikian, semangat Andika untuk bersekolah membuat ia tak bisa menahanya, walau mengetahui anaknya akan semakin menderita jika terlalu keras bergerak.

“Sering kali terjadi ketika Andika pulang sekolah langsung mengalami sesak napas, batuk-batuk dan mengeluarkan gumpalan darah,” ungkap Rusmala sembari mengusap air mata karena sedih dengan penyakit yang diderita anaknya.

Meski tergolong miskin, Rusmala dan Udin berusaha keras mengumpulkan uang karena setiap bulan harus membawa Andika ke dokter di RSUD dan dokter praktek untuk dilakukan kontrol terhadap penyakit Andika. Kata Rusamal Dokter bahkan meminta agar dirujuk ke Makassar atau Jakarta, namun hal itu belum dilakukan kerena keterbatasan biaya.

Dengan kondisi yang dialami anaknya (Andika)  saat ini, pihaknya sangat membutuhkan uluran tangan para dermawan untuk biaya pengobatan anaknya.

“Kalau penyakit lain kami bisa membiayai,  hanya saja penyakit jantung dan ini biayanya sangat besar,” ucapnya lirih.

Dia juga mengucapkan banyak terimah kasih kepada Komunitas Wartawan Halsel,  yang saat ini siap membantunya demi kesembuhan anaknya.

“Terimah kasiah atas niat baik, bapak dan ibu wartawan yang mau membantu kami.” Pungkasnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut