Polres Morotai Amankan 82 Ekor Burung Paruh Bengkok

  • Bagikan
Kapolres Pulau Morotai, AKBP M. P Sitanggang

DARUBA – Penjualan burung paruh bengkok di Pulau Morotai masih sering dilakukan masyarakat secara bebas. Tim Reskrim Polres Pulau Morotai, Sabtu 29 Oktober mengamankan seorang warga dari Desa Wawama berisial M karena kedapatan menjual burung yang dilindung.

Kapolres Pulau Morotai, AKBP M. P Sitanggang mengaku pengungkapan kasus ini berawal dari laporan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), adanya sejumlah jenis burung langka diperjual belikan. Tak butuh waktu lama, pelaku langsung diamankan bersama barang bukti 83 ekor burung paruh bengkok berbagai jenis yang dilindungi.

“Barang bukti burung yang diamankan, terdiri dari jenis burung Kaka Tua Putih 5 ekor, Nuri Bayan 25 ekor, Kasturi Ternate 44 ekor dan Nuri Kalung Ungu 8 ekor,” kata Sitanggang di ruang kerjanya, Senin (1/10/2018).

Puluhan ekor Burung paruh bengkok yang diamankan Polres Pulau Morotai

Burung yang diamankan kemudian diserahkan ke BKSDA Ternate untuk dikarantia sebelum dilepas ke alam bebas. Hal ini dilakukan karena tidak tersedianya penampungan satwa yang mulai langka itu.

“Kemarin burungnya sudah diserahkan ke Karantina Ternate. Karena jika ditahan dikhawatirkan mati,” tegasnya.

Selain puluhan burung, polisi juga mengamankan puluhan kura-kura langka dan langsung dilepas perairan pulau Galo-Galo.

Kapolres mengaku, pelaku yang diamankan belum langsung ditahan dan masih dimintai keterangan. Namun pihaknya tetap memproses kasus ini hingga ke pengadilan untuk memberi efek jera.

“Pelaku diancam pasal 21 ayat 2  Undang-Undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hati dan Ekosistemnya dengan ancaman pidana maksimal 5 tahun dan denda Rp 100 juta,” cetusnya.

Minimnya pengetahuan masyarakat Morotai terkait satwa yang dilindungi, Polres Pulau Morotai berharap pihak berwenang melakukan sosialisasi agar bisa diketahui secara luas. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut