BEM Unkhair dan GMNI Gelar Diskusi Kebangsaan

  • Bagikan

TERNATE – Badan eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Khairun (Unkhair) Ternate bekerja sama dengan GMNI Cabang Ternate menggelar diskusi kebangsaan dengan tema, Menjaga Persatuan NKRI pasca Pemilu. Kegiatan tersebut berlangsung Borneo cafe 83 kelurahan Takoma Kecamatan Ternate Tengah, Sabtu (15/6/2019).

Diskusi ini dihadiri Dir Intelkam Polda Malut Alfian Budianto, SH, MH Ketua MUI Kota Ternate Usman Muhammad, SH,M.Pdi, Akademisi UMMU Dr. Herman Oesman, Perwakilan OKK/OKP Elemen Gerakan, Para Akademisi dan Tamu Undangan lebih dari 100 orang.

Dir Intelkam Polda Malut Alfian Budiyanto mengatakan, masalah Pilpres tahun 2019 ini puncaknya bisa kita lihat di media bahwa ada pihak yg tidak terima dan sengaja memprovokasi hingga  terjadi kerusuhan pada 21 – 22 Mei lalu. Ada kelompok tertentu dengan sengaja ingin membuat kerusuhan pada saat demo di depan bawaslu RI pasca pleno rekapitulasi hasil Pemilu 2019 oleh KPU RI.

“Disini bisa kita lihat saat dilakukan aksi demo, ada dua kelompok yang berbeda yakni kelompok yang benar demo dan tiba-tiba ada kelompok yang datang dan langsung menyerang petugas dengan batu dan petasan,  kelompok inilah yg terindikasi kelompok bayaran yang dirancang khusus untuk membuat kerusuhan, “kata Alfian dalam diskusi.

Lanjut Alfian, kelompok perusuh ini juga mencoba memprovokasi dan melakukan pembakaran di Asrama brimob serta tidak segan-segan melukai petugas naman alhamdulilah hasil negosiasi dengan para ulama akhirnya situasi kamtibmas di kota Jakarta sudah kondusif hingga kini.

“Untuk situasi di Malut atas bantuan dan kerja sama dari para tokoh baik tokoh agama, akademisi, praktisi, para pemuda serta seluruh elemen-elemen masyarakat sehingga  situasi Malut hingga kini dalam keadaan aman dan damai,untuk itu dalam kesempatan ini saya mengajak kepada rekan-rekan mahasiswa mari kita bersama-sama dengan pihak Kepolisian untuk selalu menjaga dan kerjasamanya demi terciptanya Malut  tetap aman dan damai, “ucapnya

Sementara itu, Akademisi UMMU Herman Oesman menyampaikan, konflik Pasca pemilu 2019 kalo kita lihat yang ramai hanyalah ibu kota Jakarta sedangkan untuk di Malut masih aman dan kondusif.

” Menurut saya tema yang diangkat malam ini seharusnya diangkat dengan pilkada tahun 2020 mengingat pemilihan kepala daerah sudah dekat, untuk pilkada tahun 2020 yang diperebutkan adalah gagasan karena di masa Thaib Armyin dan H. Bur Abdurahman sudah hampir selesai melaksanakan pembangunan di Kota Ternate, “katanya.

Kata dia, bisa kita lihat sendiri sudah mulai ada figur-figur yang baru yang sudah melakukan pemasangan baliho untuk memperkenalan diri jelang pilkada tahun 2020, konflik ini bisa membangun keamanan sosial dan kekuataan suatu kelompok apabila konflik ini tidak bisa diatasi maka akan terjadi kerusuhan. Terjadinya Konflik pada saat pemilu dikarenakan ada salah satu calon yang tidak puas saat di nyatakan kalah pada saat pemilihan.

“Kalo kita berkaca dari beberapa tahun lalu bahwa setiap pemilihan kepala daerah di kota Ternate pasti akan terjadi konflik antara pendukung pasangan calon, hal ini yang harus diantisipasi oleh pihak keamanan,” tuturnya.

Ketua MUI Kota Ternate Usman Muhammad mengatakan, dalam rukun islam bahwa memilih suatu pemimpin itu wajib dilakukan untuk mengurus suatu daerah yang jumlah penduduk/masyarakat sangat banyak.Dengan jumlah masyarakat yang begitu banyak kita harus mempunyai pemimpin agar hidup kita bisa di atur oleh pemerintah siapapun yang terpilih untuk menjadi pemimpin kita maka kita harus patut untuk mengikuti apapun peraturan-peraturan pemerintah yang dibuat.

“Ingin saya sampaikan ada beberapa partai yang ingin mencalonkan saya untuk menjadi salah satu anggota dewan tetapi saya menolak karena jika ada salah satu ulama atau tokoh agama yang sudah bergabung di salah satu partai maka akan timbul permasalahan,” Ujarnya.

Kita lihat saja Pilpres 2019 banyak ulama yang mendeklarasi untuk mendukung salah satu paslon hal ini yang membuat munculnya berita-berita hoax dan saling menjatuhkan 1 dengan yang lain.

” Saya sudah memerintahkan kepada seluruh imam masjid di kota Ternate untuk tidak ikut serta dalam mendukung salah satu paslon pada saat Pemilu, “pungkasnya. (PN)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER
error: Hak Cipta KabarMalut