Diduga Palsukan Dokumen, Ketua KPU Halsel Dilaporkan ke Polda Malut

  • Bagikan
Vivian Anggreani didampingi kuasa hukumnya Roslan memperlihatkan laporan polisi dugaan pemalsuan dokumen (Foto: Yasim/KabarMalut)

TERNATE – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Halmehara Selatan (Halsel) Darmin Hi Hasim dilaporkan ke Polda Maluku Utara (Malut) atas dugaan pemalsuan dokumen. Darmin dilaporkan oleh Vivian Anggreani Yusup Soleman didampingi kuasa hukumnya Roslan, dengan Laporan Polisi bernomor: STLP/35/VI/2019/SPKT, tertanggal Sabtu (22/6/2019).

“Kasus ini melanggar pasal 263 KHUPidana tentang pemalsuan dokumen” kata Roslan bersama Vivian saat menggelar konfersi pers, Minggu (23/6/2019) kemarin.

Menurut Roslan alamat kliennya (Vivian) diduga dipalsukan sang Ketua KPU Halsel saat mengajukan gugatan cerai terhadap Vivian di Pengadilan Agama Labuha. Dimana Vivian yang sebetulnya berdomisili di Kota Bogor, namun dipalsukan bertempat tinggal di Desa Mandaong Halsel.

“Perbuatan dilakukan terlapor Darmin ini dengan tujuan memperlancar atau memproses pencerian di Pengadilan Agama Labuha adalah sesuatu kesangajaan melawan hukum. Anehnya masalah akta cerai ini baru diketahui oleh klie kami pada 22 September 2018, saat hari pernikahan terlapor bersama istri barunya Ermiati Faradila yang digelar di Kecamatan Kao, Kabupaten Halmehara Utara.  Itupun diketahui lewat media sosial Facebook,” jelasnya .

“Akta cerai itupun disampikan lewat via Facebook. Sejauh ini klien kami tidak memegang salinan akta cerai yang asli,” ungkapnya.

Roslan menilai setelah mempelajari dokumen-dokumen akta pencarian yang diputusan majelis hakim Pengadilan Agama Labuha bulan Agustus 2018 lalu, terkait alamat yang dicantumkan sebenarnya boleh asalkan ada hasil kepsepakatan kedua belah pihak, nyatata tidak pernah diberitahukan.

Sebab putusan itu adalah putusan versteg meski salah satu pihak tidak menghadiri. Namun yang manjadi masalah adalah relaasnya atau surat pemberitahuan sidang ditujukan alamatnya di Desa Mandaong siapa yang mendatangani relaas tersebut.

“Setelah kami baca dalil-dalil gugatan penceraian ini 85 persen semuanya bohong. Meski putussan ini sudah inkra, maka salah satu upaya hukum adalah melaporkan masalah ini ke tindak pidana terkait pemalsuan dokumen,” tegas.

Penyidik juga dimintai untuk menelesuri dugaan keterlibatan Pemerintah Desa Mendaong dalam pemalsuan ini. Sebab yang berwenang tidak pernah dilibatkan sama sekali untuk mendatangani relaas tersebut.

Sementara itu, Vivian Anggreani mengaku diancam oleh Darmin jika datang ke Malut atau ke Kota Ternate dan tidak pernah memberi nafkah batin maupun nafkah hidup selama satu tahun.

“Saya ini kan tinggal jauh, namun Darmin bersikukuh melarang saya datang ke Ternate.  Saya diancam, kalau saya datang ke sini dan selalu diancam jika datang. Dia juga mengaku tidak bisa membeli tiket untuk saya ke Ternate waktu itu,” kata Vivian.

Menurut Vivian, masalah yang menimpa dirinya ini sebanarnya ingin dilaporkan di Polda Metro Jaya namun karena delik dan lokus masalahnya di Malut sehingga diarahkan ke Polda Malut.

Perempuan berparas cantik ini juga mengaku dirinya punya keluarga yang berdarah asal Bacan Kabupaten Halsel. Karena itu dirinya ingin menyusul Darmin ke Ternate agar bisa tinggal dan bekerja di Ternate.  Tapi Darmin tetap bersikukuh mambawanya ke Ternate semenjak Darmin menjadi Komisioner KPU Halsel.

“Saya pernah tinggal disini Kelurahan Mangga Dua, Ternate Selatan tinggal di rumh keluarga om saya. Setelah dia (Darmin) jadi KPU dua tahun tidak ketemu. Dia datang ke saya 18 Agustus 2018 masih kumpul keluarga,” jelas Vivian.

Wanita yang dinikahi Darmin sejak 22 September 2018 lalu ini mengaku kaget ketika mengetahui Darmin sudah kembali menikahi wanita lain, karena setahunya hubungan keduanya masih belum ada proses perceraian.

“Saya kaget bukan main ketika mengetahui dia menikah lewat facebook. Saya bingung karena menikah resmi karena undang banyak orang,” tutunya.

Karena merasa dirugikan sehingga Vivian malaporkan masalah ini ke Polda Malut, dengan harapan Darmin bisa mempertanggung jawabkan perbuatanya di hadapan hukum. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut