Harga Kopra Masih Anjlok, Petani Tanam Bibit Kelapa di Kantor Bupati dan DPRD  Halut

  • Bagikan
Aksi Petani Kopra di Kantor Bupati Halmahera Utara dengan membawa bibit Kelapa untuk ditanami di Kantor Bupati dan DPRD (Foto: RonaldKabarMalut)

TOBELO – Petani Halmahera Utara (Halut) Provinsi Maluku Utara, kembali menggelar aksi unjuk rasa protes atas anjloknya harga kopra yang hingga kini tak kunjung naik. Massa yang tergabung dalam Aliansi Tarik Mandat Rakyat (ATM), juga menanam bibit kelapa di kantor Bupati dan kantor DPRD Halut sebagai bentok protes dan mosi tidak pecaya terhadap Pemerintah Derah Halut.

Koordinator Lapangan (Koorlap) Aksi, Ikbal Dabi Dabi mengatakan kedatangan para petani ke kantor Bupati dan DPR untuk mepertanyakan kinerja mereka menyikapi anjloknya harga kopra di Halut, yang sampai dengan saat ini belum ada solusi.

“Dengan Anjloknya harga kopra di Halut, sangat berdampak pada masyarkat petani dalam hal ini masyarakat tidak bisa membayar biaya rumah sakit dan juga para mahasiswa tidak bisa membayar uang semester dan kos-kosan,” tutur Ikbal kepada wartawan, Senin (5/8/2019).

Aksi penanaman bibit kelapa di areal Kantor Bupati Hamahera Utara (Foto: RonaldKabarMalut)

Massa aksi juga meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk segera mengambil kebijakan menaikan harga kopra serta mengevaluasi Gebernur Maluku utara dan Bupati Halut.

“Kami juga meminta Pemda Halut, agar secepatnya menstabilkan harga kopra sampai pada harga yang sewajarnya,” tegasnya.

Bukan hanya itu mereka juga mendesak kepada Bupati Halut, agar turun dari jabatan jika tidak mampu menaikan harga kopra di Halut. Serta segera mengaktifkan pelabuhan laut Galela.

“Jika tuntutan ini tidak diakomodir oleh Pemda, maka kami masyarakat atau petani kopra Halut tidak akan turut berpartisipasi atau memboikot Pemilihan Bupati dan wakil Bupat Halut tahun 2020-2024,” pungkasnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut