Tiga Penyalur BBM Satu Harga, Resmi Dibuka di Maluku Utara

  • Whatsapp
Penyerahan BBM Satu Harga secara Simbolis oleh Komite BPH Migas, M. Ibnu Fajar kepada salah satu pengelolah SPBU kompak di Halmahera Selatan (Foto: Yunita/KabarMalut)

TERNATE – Tiga Penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga yang tersebar di tiga titik di Pulau Halmahera Provinsi Maluku Utara, resmi dibuka Kementerian ESDM RI. Ketiga penyalur melalui SPBU tersebut diresmikan oleh Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), M Ibnu Fajar bersama Dirjen Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Bambang Gatot Ariyono.

Tiga SPBU Penyalur BBM Satu Harga yakni SPBU Kompak 86.97719 Kecamatan Pulau Makian Kabupaten Halmaerah Selatan sebagai titik ke 139,  SPBU Kompak 86.97721 Kecamatan Gane Barat Kabupaten Halmahera Selatan sebagai titik ke 140 dan SPBU 86.757007 Kecamatan Gebe Kabupaten Halmahera Tengah sebagai titik ke 141.

Muat Lebih

Komite BPH Migas, M lbnu Fajar mengaku hadirnya tiga SPBU Penyalur sebagai bukti keseriusan pemerintah untuk menghadirkan keadilan ketersediaan, keadiian pendistribusian dan keadilan harga BBM bagi masyarakat di sekitar Kabupaten Halmahera Selatan dan Kabupaten Halmahera Tengah. SPBU Kompak Penyaluran BBM Satu Harga ini menjadi titik awal dari perkembangan sektor-sektor kehidupan masyarakat sekitar yang lebih baik, sebab akses terhadap BBM dapat lebih mudah dan jelas lebih murah.

“BBM Satu Harga hadir di Halmahera Selatan merupakan bukti keseriusan Pemerintah dan bukti begitu besarnya perhatian Pemerintah terhadap masyarakatnya. Untuk itu, kami menghimbau kepada seluruh aparat, perangkat daerah hingga masyarakat dapat menjaga dan mengawasi agar program BBM Satu Harga ini dapat berjalan dengan efektif,” kata Ibnu saat diwawancara usai peresmian, Rabu (14/8/2019).

Sementara Direktur Jenderal Minerba ESDM, Bambang Gatot Ariyono menambahkan bahwa Penyalur BBM Satu Harga ini dapat memberikan manfaat yang positif bagi masyarakat, seperti mendorong terwujudnya kemandirian ekonomi terutama sektor ekonomi domestik dan menghemat pengeluaran masyarakat akan kebutuhan BBM. Sehingga dapat menurunkan beban hidup masyarakat untuk dapat menaikan pendapatan dan menggerakan ekonomi masyarakat.

“BPH Migas yang diamanahkan melalui Permen ESDM nomor 36 tahun 2016 untuk mengawal agar jenis BBM tertentu dan jenis BBM khusus dapat terjamin bagi seluruh masyarakat di Indonesia dan dengan harga yang sama, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) melalui program BBM Satu harga,” tambahnya.

BPH Migas siap untuk terus mengawal pelaksanaan program BBM Satu Harga ini agar tepat sasaran dan tepat guna hingga tahun 2024 nanti dengan 500 penyalur BBM Satu Harga yang akan terbangun di NKRI. (Ajo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *