Angka Perceraian di Haltim Menurun

  • Bagikan
Kepala Kantor Kemenag Halmahera Timur, Safiul Djafar Arfa (Foto: Hasrul/KabarMalut)

MABA – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Halmahera Timur (Haltim), mencatat angka perceraian di Haltim pada tahun 2018 menurun dratis jika dibandingkan tahun sebelumnya. Data setiap Kantor Urusan Agama (KUA) se-Haltim mencatat angka perceraian hanya 6-7 kasus  di tahun 2018  dibadingan sebelumnya.

Kepala Kantor Kemenag Haltim, Safiul Djafar Arfa mengatakan kasus perceraian yang terjadi pada tahun 2018 lebih dominasi pada kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan kebutuhan ekonomi  yang  pemicu konflik perceraian.

“Perceraian itu kebanyakan KDTR, faktor ekonomi ada juga di satu faktor yang walaupun kecil, tapi itu pengaruh dari media sosial tetapi lebih besar itu dipersoalan ekonomi dan KDRT,” ungkap Saiful saat dikonfirmasi, Rabu (4/9/2019).

Untuk pendataan  angka perceraian pada tahun 2019 ini, Kemenag Haltim masih menunggu sidang isbat atau sidang keliling yang digelar oleh Pengadilan Agama, guna melakukan perbandingan angka kasus penceraian pada tahun 2019.

“Jadi data yang saya sampaikan ini di tahun 2018, sedangkan 2019 belum ada sidang keliling sehingga kita belum bisa dapat datanya,” bebernya.

Sidang keliling bukan hanya fokus pada kasus perceraian, akan tetapi mempermudah masyarakat memperoleh akta nikah bagi masyarakat yang belum memilikinya.

“Sidang keliling itu juga ada kaitan dengan status kependudukan akta anak dan sebagainya,” pungkasnya. (Ajo)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut