DLH Halut Gelar Rapat Penilaian Dokumen Adendum ANDAL, RKL- RPL Milik PT NHM

  • Whatsapp
Kepala DLH Halmahera Utara, Samud Taha saat menyampaikan sambutan (Foto: Ronald/KabarMalut)

TOBELO – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Halmahera Utara (Halut), menggelar rapat penilaian dokumen adendum Analisis Dampak Lingkungan Hidup (ANDAL), Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) peningkatan cadangan Emas DMP dari 2,27 juta ton menjadi 3 juta, milik  PT Nusa Halmahera Minerals, yang dilaksanakan di Hotel Greenland, Rabu (9/10/2019).

Kepala DLH Halut, Samud  Taha dalam sambutanya mengatakan sesuai dengan undang-undang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup nomor 32 tahun 2009, mengamanatkan setiap kegiatan atau usaha wajib memiliki ijin lingkungan. Hal ini dimaksudkan agar setiap kegiatan atau usaha wajib memiliki ijin lingkungan, atau usaha yang dijalankan selalu mengedepankan aspek lingkungan hidup, untuk menjaga keberlangsungan kehidupan yang memiliki kualitas lingkungan hidup.

Muat Lebih

“Saya juga mengharapkan agar peserta rapat penilaian dokumen ANDAL RKL-RPL peningkatan-peningkatan penambangan cadangan emas DMP dari 2,27 juta ton menjadi 3 juta oleh PT Nusa Halmahera Minerals dapat berpartisipasi secara aktif dalam menduduki dokumen tersebut. Semoga kegiatan ini dapat benar-benar memberikan manfaat sehinggah untuk pembangunan yang berkelanjutan,” tuturnya.

Sementara itu, mewakili Bupati Halut, Asisten I Bidang Pemerintahan EJ Papilaya  menyampaikan, kegiatan pertambangan dan pengolahan biji emas ini tertuang dalam keputusan Menteri Pertambangan dan Energi no 2798/28/SJN.T/1998 tanggal 11 Agustus 1998 dengan metode penambangan yang dilakukan adalah menggunakan teknik tambang terbuka (open pit).

“Persetuju terhadap dokument AMDAL ini dikeluarkan oleh Komisi Penilai AMDAL daerah Kabupaten Halmahera Utara nomor 660/144/HU/2010 tentang penetapan kelayakan lingkungan hidup kegiatan pengembangan tambang emas untuk mencapai laju umpan pengolahan 800.000 ton per tahun di Gosowong oleh PT Nusa Halmahera Minerals tertanggal 10 Agustus 2010,” jelasnya.

Lanjut ia, juga mengatakan kini PT NHM kembali mengajuhkan Adendum peningkatan penambangan cadangan emas yang akan dilakukan melalui kegiatan yakni, penambangan lanjutan cadangan emas DMP di blok Kencana (Underground), Penambangan lanjutan cadangan emas DMP di blok Toguraci (Underground) dan pemanfaatan kembali tailling yang ada di Tailling Storage Facillity (TSF ).

“Peningkatan jumlah cadangan hinggah 3 juta ton ini akan berdampak pada penambahan umur tambang yang semula selesai pada triwulan 1 tahun 2019, menjadi triwulan 3 tahun 2022, penambahan umur tambang ini juga berdampak pada perubahan jadwal pasca tambang dari yang semula dijadwalkan pada akhir triwulan 2 tahun 2019 menjadi awal triwulan 4 tahun 2022. Oleh sebab diharapkan peningkatan jumlah cadangan hinggah 3 juta ton, ini dapat memberikan manfaat besar kepada daerah Kabupaten Halmahera Utara,” tutupnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut pimpinan OPD terkait Kabupaten Halut, Para Camat lingkar tambang, para Kepala Desa, Tim Ahli, Tim Konsultan dan Pemrakarsa. (Ajo)

Pos terkait