Pemda Haltim Lobi Pusat Ubah Status Jalan Kabupaten Jadi Jalan Nasional

  • Bagikan
Juru Bicara Pemda Halmahera Timur, Baktiar Abubakar (Foto: Hasrul/KabarMalut)

MABA – Pemda Halmahera Timur (Haltim) terus berupaya untuk peningkatan status ruas jalan di Kabupaten Haltim menjadi ruas jalan strategis nasional.

Juru Bicara Pemda Haltim, Baktiar Abubakar mengatakan, infrastruktur jalan menjadi sangat urgen, untuk menunjang kemajuan suatu wilayah, karena menjadi kunci dalam merubah kelancaran sirkulasi arus lalu lintas barang dan manusia di wilayah Haltim.

“Dampaknya akan positif dalam meningkatkan perekonomian wilayah di Kabupaten Haltim,” ucap Bahtiar kepada wartawan, Rabu (6/11/2019).

Menurutnya, kondisi riil panjang ruas jalan di seluruh wilayah Haltim sesuai Surat Keputusan (SK) Bupati, nomor 188.45/620-21/2014 dan SK Bupati, nomor 188.45/620-19/2018 mencapai 1.125 kilo meter. Karena itu, sangat mustahil apabila keseluruhan ruas jalan tersebut dapat secepatnya dibangun hanya mengandalkan APBD Haltim.

“Maka penting untuk mendorong sebagiannya menjadi urusan pusat dengan merubah status jalan menjadi status nasional,” jelasnya.

Dia mengatakan, untuk mencari atas status jalan tersebut, Bupati Haltim Muhdin Ma’bud telah memerintahkan instansi teknis yaitu BP4D dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, untuk melakukan konsultasi dan upaya-upaya konstruktif  ke Balai Jalan dan Jembatan, Wilayah XVI membawahi Provinsi Maluku dan Maluku Utara.

“Bupati juga meminta BP4D dan PUPR berkonsultasi ke Kementerian PUPR dan Bappenas, dalam rangka mengatasi problem penyediaan akses transportasi yang kompatibel untuk seluruh masyarakat Haltim,” ucapnya.

Persyaratan untuk tingkatkan suatu ruas jalan kabupaten menjadi ruas jalan strategi nasional, sangat detail menyangkut status lahan badan jalan yakni, lebar jalan, pembukaan badan jalan, harus menyiapkan DED ruas jalan, serta kajian analisis lingkungannya.

“Menyikapi hal tersebut Pemda serius untuk melengkapi berbagai persyaratan tersebut, dimana langkah tersebut yaitu membebaskan secara keseluruhan secara bertahap areal lahan yang masuk lingkup keperluan usulan ruas jalan strategis nasional, serta menyiapkan dokumen DED dan kajian lingkungan terhadap ruas-ruas yang diusulkan serta melakukan prevalensi dan pelebaran badan jalan terkait ruas-ruas jalan yang diusulkan,” tuturnya.

Ditambahkannya, peningkatan status jalan strategis Nasional di Kabupaten Haltim, dalam fokus utama adalah ruas jalan  dari Bandara Buli, Wayamli, Miaf, Lolasita, Patlean, Jara-jara, Lolobata, Labi-Labi dan Jara-Jara, Maba-Bicoli dan Sakakube, serta Maba-Sagea dengan total panjang ruas yang diusulkan adalah 394,5 KM.

“Disisi lain Pemda melalui BP4D terus intens melakukan koordinasi ke Bappenas untuk status ruas jalan tersebut masuk ke draft final RPJMN 2020-2024, yang mana hal ini bisa menjadi keniscayaan, karena dalam arahan pengembangan untuk wilayah Maluku-Maluku Utara, dimana Kabupaten Haltim masuk wilayah lokasi prioritas,” tutupnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hak Cipta KabarMalut