Panglima TNI dan Kapolri Kuker ke Pulau Morotai

  • Whatsapp
Bupati Pulau Morotai, Benny Laos menyambut kedatanagan Panglima TNI dan Kapolri RI di Bandara Leo Watimena (Fizri/KabarMalut)

DARUBA – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis melakukan Kunjungan Kerja (Kuker) ke Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi  Maluku Utara (Malut). Panglima TNI beserta orang nomor satu di Polri ini tiba di Bandar Leo Watimena sekira pukul 11:23 WIT bersama rombongan dengan menggunakan pesawat A-7308 Milik TNI Angkatan Udara, Kamis (16/1/2020).

Kedatangan orang nomor satu di TNI dan Polri tersebut disambut oleh Gubernur Maluku Utara, Abdul Ghani Kasuba, Bupati Pulau Morotai Beny Laos, Ketua DPRD Morotai Rusminto Pawane, Unsur Forkompinda dan jajaran TNI-Polri serta pimpinan OPD Pemkab Pulau Morotai.

Muat Lebih

Kunker ini dilakukan dalam rangka  monitor wilayah perbatasan RI di Pulau Morotai, sekaligus memberikan pengarahan kepada personel TNI-Polri yang bertugas di wilayah Pulau Morotai.

Setibanya di Bandara Leo Watimena, Panglima TNI dan Kapolri bersama rombongan langsung menuju Mako Lanud Leo Watimena, kemudian menuju Museum Trikora dan setelah itu mengunjungi SKPT di Desa Daeo guna meninjau PT Harta Samudra.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis didampingi Bupati Pulau Morotai Benny Laos saat diwawancarai di Bandara Leo Watimena (Fizri/KabarMalut)

Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dalam wawancara bersama sejumlah awak media menyampaikan kunjungan dirinya bersama Kapolri ke Kabupaten Pulau Morotai dalam rangka memberikan motivasi kepada seluruh prajurit TNI-Polri yang dinas di Maluku Utara, khususnya di Kabupaten Pulau Morotai.

“Di tahun 2020 ada event Nasional yaitu Pilkada serentak, sehingga TNI-Polri berkewajiban untuk menciptakan keamanan demi suksesnya Pilkada serentak tahun 2020,” kata Hadi.

Selain itu, Panglima yang didampingi Kapolri juga menyampaikan bahwa komitmen TNI-Polri untuk tetap terjaga yaitu netralitas dan tidak ada yang mengikuti politik praktis. Sehingga sudah ditekankan jauh-jauh hari supaya tujuan dari pesta demokrasi khususnya Pilkada serentak ini semuanya berjalan dengan aman, lancar dan terkendali.

“Kita akan back up seluruh wilayah tentunya di lapangan dibutuhkan koordinasi dan satu direktif dari pimpinan baik dari TNI maupun Polri,” tegasnya.

Sementara itu dikesempatan yang sama, Bupati Pulau Morotai, Benny Laos menerangkan bahwa kedatangan Panglima dan Kapolri ini dalam rangka penguatan wilayah perbatasan Kabupaten Pulau Morotai. Semuanya dilihat secara koperensif sampai kepada perkembagan ekonominya, sebab TNI-Polri hadir untuk menguatakan stabilitas demi terwujudnya pembangunan yang menuju pada pembangunan ekonomi kesejahteraan rakyat.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis ketika mengunjungi SKPT di Desa Daeo Kecamatan Morotai Selatan (Fizri/KabarMalut)

Sehingga pertemuan dengan para prajurit ini sekaligus mematahkan tentang perkembagan landasan pembagunan TNI Angkatan Darat, Laut, Udara Polri, semuanya dari perkantoran, markas,  perumahan, penguatan terhadap Alat Utama Sisten Pertahanan (Alutsista), hinggs pada pembahasan masalah konflik lahan akhirnya disetujui oleh Panglima TNI.

“Usulan Pemda dan kedepan tinggal ditindaklanjuti, secara administrasi untuk menjadi secara proposional, sehingga apa yang menjadi kebutuhan Angkatan Udara itu absolute ada wilayah yang memang tidak terlalu urgen bagi Angkatan Udara diizinkan untuk dikembalikan kepada masyarakat,” terang Benny.

Benny mengatakan kunjungan kali ini juga dalam rangka muatan mempersiapkan Morotai kedepan sebagaimana mandat Presiden Jokowi terhadap kolaborasi antara Pemerintah Daerah, vertikal dan TNI-Polri. Hal ini tentunya Untuk bersama membangun Kabupaten Pulau Morotai sesuai dengan amanat Presiden.

Foto bersama Panglima TNI, Kapolri, Gubernur, Kapolda Malut, Bupati Pulau Morotai dan jajaran TNI/Polri di Museum Trikora (Fizri/KabarMalut)

Sehingga Panglima dan Kapolri ingin memastikan semua program dan semua pembagunan berjalan dengan perencana atau tidak, mulai dari pengembagan pertahan baik, darat, udara maupun laut. pertahanan personilnya sekaligus perencanaan terhadap pembangunan pertahanan yang ada di Kabupaten Pulau Morotai hingga kepada pembangunan ekonomi.

“Tadi pergi melihat SPKT karena mayoritas di sini adalah perikanan, sehingga kekuatan ikan seperti apa, tadi Panglima perintahkan juga persiapkan untuk kapal Lanut di perkuat untuk menjadi pengawasan terhadap laut, sehingga nelayan di Kabupaten Pulau Morotai tidak dirugikan oleh ilegal fishing, kemudian ke Trikora itu untuk mengunjungi tempat sejarah sekaligus kebutuhan pemerintah daerah. Untuk Alustista yang tidak terpakai di Mabes TNI untuk dikirim ke Pulau Morotai, jadi untuk tempat penempatanya di meseum Trikora termasuk tadi bapak Panglima katakan bahwa ada pesawat yang tidak terpakai nanti diletakan di Museum Trikora,” jelasnya.

Dikatakan Benny, untuk penambahan porsenil TNI-Polri, penambahan sararan prasarana, penambahahan Alussista dan penambahan tentang dukungan yang dibutuhkan oleh TNI-Polri, semua siap dan tahun ini akan dimulai.

“Untuk bandara usulan saya untuk dikembalikan 7 landasan, bapak panglima setuju, untuk  konflik tanah yang saya usulkan untuk relokasi selama kepentingan udara dipertahankan tidak terlalu urgen dan nanti kita kembalikan kepada masyarakat, itupun bapak panglima setuju, intinya semua usulan sudah disetujui oleh Panglima TNI,” tutup Benny. (Adv/*)

 

Pos terkait